TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus mengungkapkan kebanggaannya bisa merayakan Cap Go Meh atau Goan Siau di Manado, Sulawesi Utara.
Peracayaan Cap Go Meh dipusatkan di Kampung Cina, Pertokoan 45 Kota Manado, Selasa 3 Maret 2026.
"Ini sebuah kebanggaan bagi saya. Untuk pertama kalinya bisa hadir, merayakan Cap Go Meh bersama umat di Manado," kata Gubernur YSK saat membawakan sambutan sebelum membuka rangkaian pawai Cap Go Meh di depan Klenteng Ban Hing Hing Manado.
Ia mengucapkan selamat kepada umat Tri Dharma maupun lainnya yang merayakan Cap Go Meh 2677.
"Kiranya semua diberkahi kesehatan, rezeki yang melimpah," kata YSK.
Wali Kota Manado, Andrei Angouw mengungkapkan, Cap Go Meh atau Goan Siau merupakan tradisi tahunan yang menjadi ikon Manado.
"Ini terus kita jaga. Ini kekayaan budaya kita yang juga menjadi saya tarik wisata Manado," kata Andrei Angouw.
Katanya, Cap Go Meh juga menjadi wadah pertemuan budaya dan ajaran agama.
"Ini mempertegas semangat Torang Samua Basudara di Sulawesi Utara," katanya.
Sebagai buktinya, kata Angouw, Cap Go Meh salalu dinikmati ribuan warga Manado.
"Ini bukan hanya milik umat atau etnis Tionghoa saja tapi sudah jadi bagian warga Sulawesi Utara," ujar AA lagi.
Perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau selalu menjadi magnet luar biasa bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili yang berlangsung Selasa 3 Maret 2026 disaksikan ribuan orang.
Kawasan Pertokoan 45 atau Pecinan Manado dipadati warga yang menyaksikan perayaan tahunan itu.
Warga mulai memadati kawasan sejak tengah hari. Sejumlah ruas, seperti Jalan Walanda Maramis; Jalan DI Panjaitan dan Jalan Dr Soetomo disterilkan dari kendaraan.
Warga memadati area yang akan dilalui prosesi Cap Go Meh.
Sebagian besar warga terkonsentrasi di seputar Klenteng Ban Hing Kiong (BHK) Manado, lokasi start arak-arakan peserta Goan Siau.
Dua buah panggung didirikan di situ. Khusus untuk tamu VIP dan undangan lainnya.
Warga yang memadati Pecinan bukan hanya dari Manado saja.
Ada yang berasal dari sekitar Manado seperti Tanawangko, Tomohon, Minut dan Bitung.
Anggelina, satu di antara warga yang rela datang sejak pagi.
Ia memang setiap tahun menyaksikan ritual Cap Go Meh.
"Karena di Tomohon tidak pernah ada lagi seperti ini, jadi kami turun," kata karyawan swasta ini. (ndo)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK