Mathieu Flamini Jadi Inspirasi, Ryan Babel Ingatkan Pentingnya Investasi bagi Pesepak Bola
Hasiolan Eko P Gultom March 04, 2026 12:24 AM

Mathieu Flamini Jadi Inspirasi, Ryan Babel Ingatkan Pentingnya Investasi bagi Pesepak Bola
 

TRIBUNNEWS.COM - Dunia sepak bola tidak selalu menjanjikan kehidupan stabil setelah karier berakhir.

Data menunjukkan sekitar 60 persen pemain Premier League mengalami kebangkrutan dalam lima tahun setelah pensiun, fenomena yang juga kerap terjadi pada atlet di liga besar lain seperti NBA dan NFL. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa karier olahraga profesional memiliki masa yang terbatas.

Mantan pemain Liverpool dan Fulham, Ryan Babel, mengingatkan pentingnya perencanaan finansial dan investasi jangka panjang bagi para pesepak bola, bahkan sejak mereka masih aktif bermain.

Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Manchester City Berjarak 2 Angka dari Arsenal, Liverpool Tekan MU

Dalam podcast terbarunya, The Legacy Show by Sport Legacy, Babel menyoroti kisah inspiratif mantan pemain Premier League, Mathieu Flamini, yang berhasil membangun kesuksesan di luar lapangan setelah pensiun dari sepak bola.

“Saat saya bermain melawan Flamini, pelatih selalu mengatakan dia bukan gelandang yang paling berbakat. Namun etos kerjanya, intensitasnya, selalu di atas rata-rata,” ujar Babel.

Setelah gantung sepatu, Flamini menempuh jalur berbeda dari banyak mantan pesepak bola. Ia kini menjabat sebagai CEO GF Biochemicals, perusahaan yang memproduksi asam levulinat dan turunannya sebagai alternatif berkelanjutan bagi produk berbasis minyak bumi. Perusahaan tersebut bahkan disebut memiliki valuasi hingga 30 miliar euro.

Menurut Babel, kesuksesan Flamini tidak datang secara tiba-tiba. Sejak masih aktif bermain, Flamini sudah memiliki ketertarikan kuat pada isu keberlanjutan lingkungan dan memanfaatkan penghasilannya di sepak bola untuk mengembangkan ide bisnis tersebut.

Pemain Fulham, Ryan Babel (kedua kanan) beraksi menghindari adangan sejumlah pemain Chelsea dalam laga pekan ke-29 Liga Inggris di Stadion Craven Cottage, Minggu (3/3/2019) malam WIB.
Pemain Fulham, Ryan Babel (kedua kanan) beraksi menghindari adangan sejumlah pemain Chelsea dalam laga pekan ke-29 Liga Inggris di Stadion Craven Cottage, Minggu (3/3/2019) malam WIB. (Twitter @premierleague)

“Dia selalu punya dua passion sejak dulu: sepak bola dan sustainability. Kebanyakan orang hanya fokus pada satu hal, tapi Flamini berpikir strategis sejak awal. Kesuksesannya di sepak bola ia gunakan untuk mendanai solusi bagi isu lingkungan,” kata Babel.

Kisah Flamini menjadi inspirasi bagi Babel untuk membangun fondasi finansial di luar lapangan. Mantan winger timnas Belanda itu kini diketahui memiliki sekitar 30 properti di Belanda dan Uni Emirat Arab, sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjangnya.

Babel menilai pola pikir pesepak bola mulai berubah. Jika dulu simbol kesuksesan identik dengan mobil sport atau jam tangan mewah, kini semakin banyak atlet yang mulai berbicara tentang aset, investasi, dan pendapatan pasif.

Perjalanan Babel dalam memahami dunia investasi juga ditemani rekannya, mantan pemain Ajax, Soufyan Daafi. Bersama-sama mereka mengembangkan platform Sport Legacy, yang bertujuan membantu para atlet membangun fondasi finansial untuk masa depan.

“Sport Legacy hadir dengan misi sederhana namun penting: mengubah pola pikir atlet dari sekadar mengejar gemerlap jangka pendek menuju investasi jangka panjang,” ujar Daafi.

Menurutnya, gaya hidup mewah bukan hal yang dilarang, tetapi sebaiknya dibiayai dari pendapatan pasif yang stabil dan berkelanjutan.

Saat ini Sport Legacy telah menjadi mitra bagi sejumlah pemain muda Eropa, seperti Kian Fitz-Jim (Ajax), Said Hamulic (Toulouse), dan Anass Salah-Eddine (AS Roma).

Fenomena ini juga dinilai relevan bagi negara seperti Indonesia, di mana banyak atlet—termasuk pesepak bola—masih menghadapi tantangan dalam merencanakan masa depan finansial setelah karier berakhir.

Melalui kisah sukses Flamini dan inisiatif seperti Sport Legacy, Babel berharap semakin banyak pesepak bola yang tidak hanya meraih prestasi di lapangan, tetapi juga memiliki ketahanan finansial setelah masa bermain mereka berakhir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.