KPR BTN Wujudkan Rumah Idaman Hidup Slow Living di Desa: Kisah Pejuang Nafkah Rasakan Kemudahannya
adisaputro March 04, 2026 01:44 AM

TRIBUNWOW.COM - Suasana udara sejak khas pedesaan menyelimuti keseharian Muhammad Nuruddin, 31 tahun.

Hamparan sawah membentang mengelilingi rumah impian Muhammad Nuruddin yang belum genap satu tahun disinggahinya.

Kicauan burung yang hinggapi pepohonan rindang di sekitar rumahnya jadi teman setia di pagi hari.

Seraya mengeluarkan motor, pria yang akrab disapa Dindun itu nampak terlihat menikmati hidup slow living di desa, tepatnya di Desa Ngaglik, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Didepan meja makan, sang istri, Widi Astuti, 27 tahun, menyiapkan sarapan sang suami dan anak.

Itu rutinitas hidup slow living kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan pegiat UMKM.

Di mana, dalam kesehariannya, Widi membantu sang suami untuk bekerja sampingan sebagai pembuat cover Al-Quran.

"Berangkat kerja itu sekitar jam setengah 8. Saya itu kerja sampai jam 5 sore, dan istri itu di rumah dan istri itu sebenarnya full ibu rumah tangga. Hanya saja, kita berdua itu punya sampingan, sampingan usaha di offline juga ada, di online juga ada.  Di offlinenya, kan punya bisnis sampingan, usaha sendiri sampingan itu kayak cover Al-Quran gitu.  Saya kerja, istri di rumah, urus rumah dan anak, tapi juga kadang juga aktif membantu pemasaran via online. Seperti itu, jadi saling support satu sama lain." kata Muhammad Nuruddin kepada TribunWow.com, Senin (3/3/2026).

Dindun yang dalam kesehariannya bekerja sebagai design grafis di satu di antara perusahaan cetak itu tak cuma mengandalkan pekerjaan pokoknya itu saja.
Melainkan, ada juga bisnis freelance gambar sebagaimana keahlian yang dimilikinya.

"Kalau saya pulang kerja, balik ke rumah, ya ngerjain yang, ya apa namanya, kayak orderanku sendiri, freelananku sendiri termasuk yang usaha sampinganku itu.  Bisa, dan itu bisa sampai kadang jam 9, jam 10, jam 11, jam 12, jam 1," jelasnya.

Seraya menikmati suasana khas pedesaan, Dindun juga turut menceritakan bagaimana perjuangannya bisa memiliki rumah impian yang terletak di Perumahan Duta Bangsa Residence, Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar.

Bukan tanpa keringat, jatuh bangun dirasakan Dindun saat perlahan-lahan mencoba mewujudkan rumah impian yang sudah ia huni bersama Widi sekitar awal tahun 2026 lalu.
"Dikit demi sedikit disisihkannya melalui tabungan emas. Dulu, awal aku ngekos kan mas. Awal aku ngekos itu sudah mulai nabung emas. Sudah mulai nabung emas itu dari, awal kerja itu 2022, kalau enggak 2023 itu udah mulai nabung emas," ceritanya seraya mengenang masa perjuangannya itu.
Hingga akhirnya, emas hasil jerih payah yang ditabungkannya dijual ditambah dengan tambahan pemasukkan melalui jasa designnya yang diperuntukkan untuk tambah down payment (DP) rumah.
"Kan, sebelum ngontrak, pas aku ngekos yang akhir-akhir itu udah, udah sekitar dapat empat gram pokoknya, dan dulu itu harganya masih sekitar sembilan ratus lima puluhan ribu rupiah per gram. Dan waktu mau ngontrak alhamdulilah juga dapat freelance gambar dengan total pemasukkan empat juta rupiah."

"Nyari-nyari kontrakan, nyari yang harganya cocok, tempatnya cocok, itu ada di kisaran dari harga enam juta, ya sudah dapat tapi uangnya kurang dua juta, yaudah, ambilin dari yang tabungan emas itu tak jual. Satu gram kalau enggak dua gram, buat ngontrak. Nah kan masih ada sisa yang lain itu, sisa yang lain sekitar dua gram kalau enggak tiga gram, itu termasuk tak jual pas waktu mau DP rumah ini, mau angkat itu," bebernya.

KPR BTN Wujudkan Rumah Impian Hidup Slow Living di Desa

Dindun menambahkan bagaimana awal mulanya memilih menggunakan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dari Bank Tabungan Negara (BTN) untuk wujudkan rumah impiannya.

Awal mulanya dari ketidaksengajaan karena Dindun tertarik dengan rumah yang ternyata berada di bawah naungan Bank BTN.

Sempat ada keraguan, namun nyatanya, Bank BTN justru sangat membantu Dindun untuk mewujudkan rumah sendiri impian yang lama didambakannya.

"Awalnya kan dari developer, akhirnya condong pakai Bank BTN Syariah, alhamdulilah merasa sangat terbantu bisa merealisasikan mimpi untuk mempunyai rumah sendiri di usia yang masih 30 tahunan ini," ujarnya.

Untuk kondisi awal rumahnya saat itu sudah progress pembangunan mencapai 60-70 persen.

Sehingga, ia tertarik karena dapat melihat secara visualnya secara langsung baik dari kualitas bangunan hingga bahan yang digunakan.

"Ya kalau untuk rumahnya itu sesuai ekspetasi sekitar 60 sampai 70 persen, soalnya dari bangunannya sendiri itu udah menggunakan bata merah terus

menikah 2020, tinggal dirumah nenek 6 bulan, ikut mertua sekitar 1 tahun, ngekos sendiri selama 2 tahun tapi setiap minggu pulang

 

 

 

 

TRIBUNWOW.COM - Nanang Yulianto tak bisa menyembunyikan rasa bangganya setelah rumah impian untuk investasi dan masa depan sudah berada di genggamannya.

Guratan raut wajah bahagia dan semangatnya terasa ketika ia menceritakan bagaimana perjuangannya hingga bisa mendapatkan rumah impian untuk keluarga kecilnya.

Deras keringat perjuangan yang sebelumnya dikeluarkan untuk membayar kontrak selama 4 tahun lamanya kini terbayarkan.

"Ngontrak kurang lebih 3-4 tahun, setelah menikah ngontrak dan nabung, ngontrak di daerah Cemani," ujar Nanang kepada TribunWow.com, Minggu (28/1/2024).

Berawal dari sebuah selebaran, check and recheck tanya teman hingga pencarian di media sosial menjadi jerih payahnya untuk memastikan rumah impian tujuan dapat dipertanggungjawabkan.

Tujuannya tak muluk-muluk, hanya ingin hidup mandiri dan investasi dengan sisihkan hasil jerih payah keringatnya demi rumah impian.

Meski sederhana dengan ukuran 32/60 meter dan terdiri dari dua kamar, sudah cukup membuatnya bahagia karena telah realisasikan rumah impian untuk keluarganya.

"Sangat bahagia bisa punya rumah sendiri, bisa mandiri dan investasi, sedikit-sedikit ada tabungan namun untuk DP rumah masih dibantu pinjaman dari koperasi tempat kerja," ujarnya.

Saat Mau KPR Langsung Ingat BTN: Murah dan Mudah

Nanang melabuhkan pilihannya kepada si Raja KPR Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah untuk merealisasikan rumah impian keluarga kecilnya karena banyak kemudahan fasilitas yang ditawarkan.

"Pengambilan perumahan di Bank BTN Syariah prosesnya mudah. Dalam arti, pas kita akad pelayanan juga bagus dan pertanyaan juga memudahkan kepada pembeli serta tidak menyulitkan dan di permudah semuanya enak-enak saja, seumpama cocok langsung di acc. Untuk berkas-berkas tidak menyulitkan KK, KTP, surat nikah dan NPWP," ungkapnya.

Pria berusia 37 tahun yang telah bekerja selama 3 tahun di sebuah pabrik di Manang, Sukoharjo itu mengaku langsung jatuh hati karena kompensasi harga yang ditawarkan oleh Bank BTN Syariah lebih murah dibandingkan dengan lainnya. 

"Proses awal nya kenapa memilih BTN Syariah karena kita diberi harga lebih murah. Ambilnya Rp 123 juta dan Bank BTN Syariah bisa memberikan kompensasi hampir Rp 110 atau Rp 108 juta, lebih murah daripada bank-bank lain," imbuhnya.

Selain mendapatkan kompensasi harga, Nanang juga turut mendapatkan uang cashback yang bisa ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau membangun komponen rumah lainnya.

"Sama developer ditawari diminta dikasih uang cashback atau dibangunkan kayak belakang, teras atau tembok sendiri," jelas Nanang.

Dalam proses angsuran, Nanang juga merasa sangat terbantu dengan adanya proses reminder dari pihak Bank BTN Syariah yang biasa dilakukan via telepon.

Proses reminder dilakukan dengan menanyakan kepada nasabah terkait apakah ada kendala dalam pembayaran angsuran di bulan tersebut atau tidak.

Apabila ada, pihak Bank BTN Syariah memberikan penawaran dispensasi kepada nasabah untuk memundurkan waktu deadline pembayaran dari yang sebelumnya disepakati.

"Dua hari sebelum jatuh tempo Bank BTN Syariah reminder atau mengingatkan via telfon. Ternyata, apabila saat jatuh tempo ada keperluan lain yang mendesak, Bank BTN Syariah langsung memberikan bantuan dengan menawarkan waktu tenggat angsuran yang bisa dibuat mundur selama satu minggu atau satu bulan tergantung keinginan nasabah," terangnya.

Lebih lanjut, pria yang sudah melakukan angsurannya hampir 6 tahun itu benar-benar terbantu dengan adanya program Bank BTN Syariah.

Potret rumah KPR Bersubsidi BTN Syariah sekaligus kantor pemasaran Bumi Cengklik Asri 2, Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Potret rumah KPR Bersubsidi BTN Syariah sekaligus kantor pemasaran Bumi Cengklik Asri 2, Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (11/2/2024). (TribunWow.com/Khistian Tauqid Ramadhaniswara)

Terlebih ketika saat mengalami masa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada tahun 2020 silam.

Nanang mengaku, ia turut merasakan banyak bantuan dari Bank BTN Syariah ketika masa pandemi.

Paling dirasakan tentu saja bantuan pembebasan pembayaran angsuran selama tiga bulan awal ketika terjadinya pandemi Covid-19.

Tak hanya itu, masih ada juga bantuan dari pemerintah yang saat itu diberikan melalui Bank BTN Syariah.

"Untuk proses angsurannya sudah hampir 6 tahun. Ketika pandemi Covid-19, ada beberapa bantuan-bantuan yang ikut cair terkhusus untuk bantuan kredit perumahan. Contohnya, Bank BTN Syariah menawarkan keringanan untuk tidak membayar angsuran selama tiga bulan awal."

"Kalau dari pemerintah dikasih ke Bank BTN Syariah sebanyak 4 kali, 1-2 hari proses pencairannya, bisa dipakai untuk nyicil angsuran rumah atau kebutuhan sehari-hari dalam kurun waktu 3-4 bulan setelah merebaknya pandemi Covid-19," ungkap Nanang.

Nanang berharap, untuk ke depannya, Bank BTN Syariah dapat lebih meningkatkan pelayanan yang saat ini ia nilai sudah sangat baik kepada para nasabah.

"Harapan ke depan untuk Bank BTN Syariah terutama untuk kaitannya KPR lebih ditingkatkan saja pelayanan yang sudah baik ini, jika saya beri presentase sudah sebesar 80 persen karena saya juga sejauh ini sudah merasa nyaman," jelas Nanang.

Perumahan KPR bersubsidi nomor 22 di Bumi Cengklik Asri 2, Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Perumahan KPR bersubsidi nomor 22 di Bumi Cengklik Asri 2, Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (11/2/2024). (TribunWow.com/Khistian Tauqid Ramadhaniswara)

 

Anggit Widhi Waskhito (25) tak bisa sembunyikan guratan bahagianya setelah rumah impian kini serasa ada di sejengkal matanya jelang mengikat janji suci dengan gadis pujaan hati.

Senyumnya terus mengembang tatkala ia menceritakan bagaimana proses perjuangannya demi memberikan sematan tawa lepas kepada sang calon istri.

Tak terasa, perjuangannya demi memiliki rumah impian masa depan bagi gadis pujaan sudah berjalan hampir dua tahun.

Anggit memutuskan untuk mewujudkan angan-angan semasa kecilnya melalui PT Bank Tabungan Negara atau biasa dikenal Bank BTN Syariah.

"Pertama kali pakai BTN 2022 hampir 2 tahun, ambil perumahan BTN," ungkap pria berkacamata itu kepada TribunWow.com, Rabu (31/1/2024).

Pria yang dalam kesehariannya bekerja sebagai IT di sebuah perusahaan di Kota Solo, Jawa Tengah itu pun mengaku jatuh hati untuk ambil di Bank BTN Syariah karena ramah, fleksibel dan sesuai dengan penghasilannya.

"Dibandingkan bank lain paling banyak belum tentu se-fleksibel BTN dengan UMR solo yang tidak terlalu tinggi jangka bisa tergantung penghasilan dan disesuaikan dengan UMR di Kota Solo," lanjut Anggit.

Potret rumah KPR BTN Syariah di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah.
Potret rumah KPR BTN Syariah di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. (HO TribunWow.com)

Anggit yang berencana melakukan ibadah menikah di pertengahan tahun 2024 itu pun mengaku sangat terbantu dengan adanya program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang dikeluarkan oleh Bank BTN Syariah.

Terlebih, Bank BTN Syariah juga rutin mengingatkan nasabah dalam proses pembayaran cicilan di setiap bulan sebelum jatuh tempo waktu yang disepakati.

Bahkan, customer service (CS) Bank BTN Syariah juga turut mengkroscek kepada nasabah apakah ada kesulitan dalam melakukan cicilan atau tidak.

"Ada reminder sebelum pemotongan biaya KPR via telfon, tidak bertele-tele dan tidak buang-buang waktu. Penagihan bulanan sangat sopan dengan menyakan terlebih dahulu apabila ada kendala bisa dibantu di hubungkan dengan CS," jelas pria berpostur tinggi tersebut.

Pria yang berusia 25 tahun itu mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan dari Bank BTN Syariah ketika proses debet pertama.

Kala itu, pembayaran debet pertamanya jatuh pada tanggal sebelum gajian.

"Pernah mengalami kendala debet pertama sebelum tanggal gajian, tanggal nya bisa di undur bersifat permanen asal konfirmasi terlebih dahulu dan sangat fleksibel," ungkapnya seraya memantau operasional komputer di kantor.

Tak hanya ramah dan fleksibel dalam pelayanan, Anggit menjelaskan, KPR di Bank BTN Syariah juga dijamin secara kualitas bangunannya.

"BTN kalau milih bahan bangunan sangat bagus memiliki standarisasi yang sangat tinggi bangunan nya bagus dari batu bata, produknya tidak recehan," ujarnya.

Bahkan, berdasarkan pengalaman Anggit, ia pernah diminta menempati rumah impiannya itu selama tiga bulan untuk kroscek kondisi selama pemakaian tersebut.

Apabila ada kerusakan, Bank BTN Syariah siap memberikan garansi dengan catatan belum ada perubahan apapun terhadap rumah yang ditempati.

"Ada sekitar beberapa bulan periodenya, dengan catatan tidak mengubah apa pun, misal ada yang roboh atau bocor bisa diubah oleh BTN atau developer. Nasabah diarahkan untuk menempati terlebih dahulu periode 3 bulan serta garansinya berlaku setelah akad," beber Anggit dengan senyum bahagianya.

Lebih lanjut, Anggit juga mengaku sempat dibuat keheranan dengan sistem di Bank BTN Syariah yang ternyata menerapkan suku bunga rendah.

Bahkan, para nasabah diperkenankan untuk melakukan pelunasan cicilan jika tengah memiliki pendapatan lebiih tanpa adanya penalti.

Dengan catatan, nasabah harus melakukan cicilan terlebih dahulu selama 5 tahun.

"Cicilannya bunganya rendah dan bersifat flat dibandingkan dengan bank-bank yang lain. Tidak harus menunggu 15 tahun bisa langsung di lunasi, di atas 5 tahun terlebih dahulu bisa langsung di lunasi, nantinya dikasih rekapan seperti jurnal angsuran," ungkap pria yang tinggal di daerah Colomadu tersebut.

Bukan hanya berkaitan dengan pelayanan, garansi dan skema cicilan, Anggit mengaku juga turut mendapatkan cashback sebesar Rp 4 juta bagi nasabah terpilih.

Uang sebesar itu bisa diperuntukkan guna membayar cicilan rumah atau juga bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Mendapatkan cashback 4 juta rupiah dengan ketentuan dari pihak Bank BTN Syariah, bersifat tidak semua dapat, di masukkan ke rekening dan bisa langsung di ambil tunai. Biasanya cashback didapatkan seusai selesai dalam proses akad kesepakatan," terangnya.

Potret tampak depan rumah KPR BTN Syariah di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah.
Potret tampak depan rumah KPR BTN Syariah di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. (HO TribunWow.com)

Si Raja KPR BTN Syariah Bantu Kaum Milenial Tunaikan Umrah atau Haji

Saking kesengsemnya dengan program Bank BTN Syariah, Anggit tak hanya menggunakannya untuk KPR saja.

Ia turut menggunakan program Bank BTN Syariah untuk tabungan umrah dan haji.

"Bukan hanya bikin rekening untuk KPR, melainkan juga buat rekening untuk tabungan Haji dan umrah BTN memfasilitasi tabungan," lanjutnya.

Segudang manfaat dan banyak fasilitas yang diberikan kepada kaum milenial membuat Anggit tak ragu merekomendasikan para perintis rumah impian lainnya untuk ikut serta ambil KPR melalui Bank BTN Syariah.

Anggit Widhi Waskitho, satu di antara nasabah BTN tengah membersihkan rumah di Griya Sejahtera 3 Blok B15 
Canden Sambi, Boyolali, yang hendak ia tempati ketika sudah menikah nanti.
Anggit Widhi Waskitho, satu di antara nasabah BTN tengah membersihkan rumah di Griya Sejahtera 3 Blok B15 Canden Sambi, Boyolali, yang hendak ia tempati ketika sudah menikah nanti. (TribunWow.com/Yonatan krisna Halman Tri Santosa)

"Opsi paling pertama untuk para kaum milenial mencari KPR yaitu bank BTN, karena pelayanannya sangat mudah serta langsung terarah. Dan di setiap bulan dikroscek oleh CS-nya dan juga fleksibel," ungkap Anggit.

Anggit juga berharap, Bank BTN Syariah dapat terus mengembangkan program di sektor perumahan untuk membantu realisasikan angan-angan para kaum milenial di Indonesia lainnya.

"Untuk Bank BTN Syariah teruslah seperti ini dan teruslah berkembang di sektor perumahan dengan tagline rajanya KPR sangat setuju dan tidak ada lawanan, rekomendasi pertama kepada para kaum milenial yakni Bank BTN Syariah," tegasnya.

Potret nampak depan rumah KPR BTN Syariah, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.
Potret nampak depan rumah KPR BTN Syariah, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. (HO TribunWow.com)

 

 

 

74 Tahun Komitmen dan Kontribusi Bank BTN untuk Masyarakat Indonesia

Di usianya yang ke-74 tahun, Bank BTN memberikan bukti komitmennya kepada pemerintah, stakeholder dan rakyat Indonesia untuk terus menjaga amanah menjalankan pembiayaan perumahan terkhusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu menjelaskan, dari total 5,2 juta unit rumah yang telah dibiayai Bank BTN selama 74 tahun, sudah ada sekitar 4,05 juta dinikmati oleh MBR melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.

“Kami telah membuktikan posisi kami sebagai bank yang paling banyak menyalurkan pembiayaan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ungkap Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu dalam pernyataan resminya di Jakarta dikutip TribunWow.com dari Wartakotalive.com, Jumat (9/2/2024).

“Kami merupakan mitra pemerintah yang aktif dalam mensejahterakan rakyat dari sisi papan atau kepemilikan rumah,” imbuhnya.

Nixon LP Napitupulu membeberkan, di usia yang ke-74 tahun ini, tema yang diambil untuk HUT BTN adalah “Berperan Membangun Peradaban dan Memajukan Masa Depan Bangsa”.

Menurutnya, tema itu diambil karena rumah yang telah dibantu pembiayaannya oleh Bank BTN banyak melahirkan keluarga yang awalnya tergolong MBR kini sudah memiliki ekonomi yang maju.

Dari rumah itu juga berhasil melahirkan generasi-generasi emas yang telah memajukan bangsa Indonesia.

“Banyak tokoh-tokoh yang pada masa awal membangun karier memiliki rumah pertama dibiayai oleh BTN. Dari tokoh-tokoh ini lahir anak-anak yang juga memiliki kontribusi besar bagi kemajuan bangsa,” terang Nixon LP Napitupulu.

Dalam strategi menjaring potensi pembiayaan, Bank BTN menggunakan strategi bisnis Beyond KPR melalui cross selling kepada nasabah captive, seperti Kredit Ringan Tanpa Agunan (KRING) Kredit Agunan Rumah (KAR), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Selain menggunakan strategi beyond KPR, Nixon menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir Bank BTN juga berhasil melakukan implementasi transformasi-transformasi yang terbukti mampu membawa kinerja perusahaan semakin baik.

Beberapa transformasi yang telah diwujudkan pada tahun 2021 yakni terkait dengan keberhasilan perseroan yang sukses bertransformasi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Dalam transformasi ini, kami berusaha mengoptimalkan kontribusi pada program KPR subsidi dan meningkatkan KPR Non Subsidi melalui Kerjasama Developer Agen Properti, mengembangkan skema KPR yang menyasar generasi milenial,” pungkasnya.

 

 

 

(TribunWow.com/Adi Manggala S)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.