Syarat Wajib Puasa Ramadan, Lengkap dengan Rukun dan Hal yang Membatalkan
Suci BangunDS March 04, 2026 05:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Puasa merupakan rukun Islam yang ketiga.

Menurut bahasa, puasa berarti menahan diri.

Sedangkan menurut istilah, puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah SWT.

Dalam pelaksanaannya, ibadah puasa memiliki ketentuan yang perlu dipahami setiap Muslim, yakni adanya syarat, rukun, dan sunnah.

Syarat puasa sendiri terbagi menjadi dua, yaitu syarat wajib dan syarat sah.

Syarat wajib berkaitan dengan siapa saja yang diwajibkan menjalankan puasa, sedangkan syarat sah menentukan apakah puasa yang dijalankan dinilai sah menurut syariat.

Memahami perbedaan keduanya dinilai penting agar ibadah puasa yang dilakukan tidak hanya terlaksana, tetapi juga sah dan bernilai di sisi Allah SWT.

Lantas, apa saja yang menjadi syarat wajib dan sahnya puasa?

Syarat Wajib Puasa

Mengutip Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III yang ditulis oleh Moh. Ghozali dan Erwin Wasti terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Cetakan Pertama tahun 2021, puasa Ramadan diwajibkan bagi seseorang yang memenuhi kriteria berikut:

  1. Baligh
  2. Islam
  3. Berakal
  4. Mampu

Anak-anak yang belum baligh tidak diwajibkan berpuasa, namun dianjurkan untuk belajar berpuasa sebagai latihan ibadah sejak dini.

Baca juga: Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar, Malam Kemuliaan di Bulan Ramadan

Syarat Sah Puasa

Selain syarat wajib, terdapat syarat sah agar puasa diterima secara syariat, meliputi:

  • Beragama Islam;
  • Tamyiz atau orang yang dapat membedakan antara yang baik dan tidak baik;
  • Suci dari haid dan nifas bagi perempuan;
  • Pada waktu yang dibolehkan berpuasa. Beberapa waktu yang tidak dibenarkan berpuasa, seperti hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan hari Tasyriq.

Memenuhi syarat sah merupakan bagian penting dari niat, syarat, dan rukun puasa agar ibadah tidak sia-sia.

Rukun Puasa

Rukun puasa adalah unsur pokok yang harus ada dalam pelaksanaan puasa.

Tanpa rukun ini, puasa tidak sah.

Berikut ini hal yang menjadi rukun puasa:

1. Niat

Berpuasa harus diawali dengan niat. 

Niat puasa Ramadan wajib dibaca pada malam hari sebelum fajar. 

Niat itu dinyatakan dalam hati, namun sunnah-nya dilafazkan. 

Berikut ini lafaz niat puasa:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.

2. Menahan Diri 

Wajib bagi setiap muslim yang berpuasa untuk menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan ibadah tersebut. 

Menahan diri dilakukan mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. 

Hal ini seperti menahan diri untuk makan, minum, sengaja muntah, berhubungan suami istri, serta menahan diri dari perbuatan dosa.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa, di antaranya:

  • Makan dan minum dengan sengaja
  • Muntah dengan sengaja
  • Haid dan nifas bagi perempuan
  • Gila atau hilang akal
  • Murtad

(Tribunnews.com/Nurkhasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.