Bukan Rampok, Anak Duga Tewasnya Ermanto Usman Murni Pembunuhan, Kunci Mobil Diambil, Mobilnya Tidak
ninda iswara March 04, 2026 05:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Keluarga Ermanto Usman (65) tak percaya bahwa tragedi di kawasan Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, sekadar aksi perampokan biasa.

Bagi mereka, peristiwa itu mengarah pada dugaan pembunuhan yang telah direncanakan dengan matang.

Keyakinan tersebut disampaikan anak sulung korban, Fiandy A Putra (33), saat berbicara kepada wartawan pada Selasa (3/3/2026).

Ia mengungkapkan bahwa sang ayah telah pensiun sejak sembilan tahun lalu dari PT Jakarta International Container Terminal (JICT), anak perusahaan Pelindo.

Putra menegaskan, latar belakang sang ayah bukanlah sosok sembarangan dalam dunia kerjanya.

"Bapak saya sudah 9 tahun yang lalu pensiun dari PT JICT, anak perusahaan dari Pelindo. Apa yang dilakukan ayah saya adalah suatu hal yang kami tahu bersama seperti apa risikonya," kata Putra kepada awak media, Selasa (3/3/2026) dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Sosok Ermanto Usman, Tewas Dirampok di Rumahnya di Bekasi, Istri Kritis, Dulu Bongkar Kasus Korupsi

ERMANTO USMAN TEWAS - Pasangan suami istri bernama Ermanto Usman atau EU (65) dan istrinya berinisial PW (60) ditemukan bersimbah darah di rumahnya di Perumahan Prima Asri Blok B4, Jalan Caman Raya Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/3/2026). Beberapa bulan sebelumnya sempat bongkar dugaan korupsi. (Kompas.com/YouTube Forum Keadilan)

Walau tak mengetahui secara detail aktivitas terakhir ayahnya, Putra merasakan ada kejanggalan besar dalam peristiwa tersebut.

Ia menilai kejadian yang menimpa kedua orangtuanya sulit dianggap sebagai tindak kriminal biasa.

Menurutnya, ada alasan yang lebih dalam di balik insiden tragis itu.

"Karena ayah saya coba untuk membuka kebenaran dan mementingkan semua orang-orang di lapangan yang susah," kata Putra.

Kecurigaan makin kuat

Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah mengetahui kondisi lantai dua rumah dalam keadaan rapi dan tidak diacak-acak. 

 Padahal, adik Putra, Dinda Nada Alifah, yang tinggal bersama kedua orangtuanya, tengah berada di kamar lantai dua saat kejadian.

"Kemarin sudah dicek dari pihak kepolisian itu steril ya di atas. Adik saya juga kunci pintu setiap tidur," ujar dia. 

Selain itu, sejumlah dokumen penting keluarga dilaporkan tetap utuh dan berada di tempat aman.

Meski demikian, beberapa barang disebut hilang.

"Barang penting yang saya dan keluarga tahu itu tidak diambil oleh pelaku. Walaupun kunci mobil itu diambil, apa fungsinya kalau mobilnya tidak diambil?" kata Putra. 

Putra juga menyebut saat ditemukan, ibunya masih mengenakan kalung.

Informasi mengenai gelang emas yang hilang diketahui dari adiknya.

Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku. Mereka juga berharap kematian Ermanto mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

"Ayah saya mudah-mudahan mati sebagai pejuang, mati syahid di jalan Allah," ucap dia.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan, anak bungsu korban berinisial Dinda terakhir berinteraksi dengan kedua orangtuanya sekitar pukul 22.00 WIB.

"Anak korban tidak mendengar suara keriuhan. Yang bersangkutan tidur jam 01.00 WIB dan itu belum ada suara-suara," ujar Andi saat ditemui di TKP, Senin.

Peristiwa terungkap saat Dinda terbangun untuk sahur.

Baca juga: 3 Misteri Perampokan di Bekasi yang Tewaskan Ermanto Usman, Jejak Pelaku, Dua Kunci Mobil Hilang

Biasanya ia dibangunkan sekitar pukul 03.00 WIB, namun pada hari kejadian tidak ada yang membangunkannya. Alarm kemudian berbunyi pukul 04.15 WIB dan ia turun ke lantai bawah.

"Akhirnya korban inisiatif ke lantai bawah membangunkan ibunya. Di situ tidak ada jawaban. Yang terdengar suara seperti orang suara mendengkur," ujar Andi.

Keluarga yang datang kemudian membuka paksa kaca jendela untuk masuk ke rumah.

"Kemudian keluarganya datang dan kaca dibuka paksa. Di situ dilihatlah korban sudah tergeletak kedua-duanya," kata Andi.

Untuk mengungkap kasus tersebut, Direktorat Polisi Satwa menurunkan anjing pelacak (K-9).

Berdasarkan pantauan di lokasi, anjing menyisir bagian dalam rumah hingga ke Jalan Raya Kalimalang yang berbatasan langsung dengan pagar depan rumah korban.

Hingga kini, kasus dugaan perampokan disertai penganiayaan tersebut masih dalam penyelidikan.

Penanganan melibatkan Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, serta Jatanras Polda Metro Jaya guna mengungkap pelaku dan motif kejadian.

(TribunTrends/TribunJakarta)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.