TRIBUNNEWS.COM - Liga Spanyol secara resmi mengonfirmasi peningkatan finansial signifikan untuk Barcelona, yang menandakan Blaugrana mulai keluar dari krisis keuangan.
Dalam laporan terbaru mengenai Batas Biaya Skuad Olahraga (LCPD) usai penutupan bursa transfer musim dingin, batas gaji klub asal Catalunya itu melonjak tajam menjadi €432,807 juta (sekitar Rp8,4 triliun), dikutip dari La Liga.
Angka tersebut meningkat lebih dari €81 juta (sekitar Rp1,5 triliun) dibandingkan musim panas lalu, saat batas gaji Barcelona ditetapkan di €351,284 juta (sekitar Rp6,88 triliun).
Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa proses pemulihan ekonomi klub berjalan sesuai rencana dan membawa mereka semakin dekat untuk kembali beroperasi di bawah aturan 1:1.
Lonjakan ini jelas bukan kebetulan. Barcelona dalam beberapa musim terakhir melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi keuangan mereka, mulai dari restrukturisasi beban gaji hingga optimalisasi pendapatan komersial.
Salah satu faktor kunci adalah kembalinya aktivitas pertandingan secara bertahap di Camp Nou.
Meski stadion masih dalam proses renovasi, pemulihan pendapatan hari pertandingan (matchday revenue) mulai memberikan dampak positif terhadap arus kas klub.
Tak kalah penting adalah perjanjian komersial besar yang memberikan stabilitas jangka panjang.
Perpanjangan kerja sama sponsor utama dengan Spotify menjadi fondasi penting dalam kebangkitan finansial ini.
Kesepakatan tersebut berlaku hingga 2030 untuk sponsor kaus tim, serta hingga 2034 untuk hak penamaan stadion, sebuah kontrak jangka panjang yang menjamin pemasukan stabil dalam beberapa tahun ke depan.
Baca juga: Kemenangan Barcelona Buyar, Atletico Madrid Melaju ke Final Copa del Rey dengan Agregat 4-3
Meski belum sepenuhnya kembali ke aturan 1:1, yang memungkinkan klub mendaftarkan pemain tanpa pembatasan khusus, Barcelona kini semakin mendekati ambang tersebut.
Sebagai perbandingan, batas gaji saat ini (€432,8 juta) memang masih sedikit di bawah angka €463,6 juta (sekitar Rp9 triliun) yang mereka miliki setahun lalu.
Namun, angka tersebut sudah melampaui batas €426,4 juta (sekitar Rp8,3 triliun) yang tercatat setelah bursa transfer musim panas 2024/2025.
Artinya, secara bertahap Barcelona mulai memulihkan daya saing finansial mereka, meski ruang fleksibilitas penuh di pasar transfer belum sepenuhnya kembali.
Dalam daftar keseluruhan batas gaji klub La Liga, Barcelona kini menempati posisi kedua.
Di bawah Barcelona terdapat Atletico Madrid yang juga mencatat kenaikan dari €326,989 juta (sekitar Rp6,3 triliun) menjadi €336,268 juta (sekitar Rp6,5 triliun).
Sementara itu, posisi teratas masih ditempati oleh rival abadi mereka, Real Madrid, yang tetap kokoh dengan batas gaji sebesar €761,226 juta (sekitar Rp14,9 triliun), angka tertinggi di kompetisi.
Kesenjangan finansial dengan Real Madrid memang belum sepenuhnya teratasi. Namun, tren pertumbuhan yang stabil menunjukkan bahwa Barcelona berada di jalur yang tepat.
Jika kenaikan ini berlanjut dalam beberapa periode laporan berikutnya, bukan tidak mungkin Blaugrana akan segera kembali menikmati fleksibilitas penuh di bursa transfer.
Sebuah kondisi yang akan sangat membantu dalam membangun kembali skuad kompetitif di level domestik maupun Eropa.
Bagi Barcelona, ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bukti bahwa krisis finansial yang sempat membelit perlahan mulai terurai, dan masa depan yang lebih stabil.
(Tribunnews.com/Ali)