POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Warga Kota Maumere, Kabupaten Sikka antusias menikmati Gerhana Bulan, Selasa 3 Maret 2026 malam.
Warga sengaja menunggu untuk melihat langsung fenomena alam tersebut. Gerhana Bulan di kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT terjadi sekitar pukul 19:33 WITA.
Warga yang menyaksikan gerhana bulan ini sempat mengabdikan momen langka tersebut menggunakan kamera ponsel.
Sejumlah petugas dari Penggerak Langit Sikka yang melakukan pemantauan gerhana bulan dari Kota Maumere mengaku menyaksikan secara langsung proses terjadinya gerhana bulan namun saat proses gerhana berlangsung, tim pemantau terkendala dengan cuaca.
Namun, saat puncak gerhana, petugas Penggerak Langit Sikka dan warga setempat bisa menyaksikan gerhana bulan seperempat.
"Kami dari langit sikka, gerhana bulan saat pertama pengambilan memang tertutup total oleh cuaca yang tidak mendukung, awan mendungnya total mulai dari sore tadi, jadi mulai dari pembukaan atau mulai gerhannya itu, kami tidak mendapatkan pengamatan sama sekali, mulainya itu sekitar jam 6 lewat, jadi sampai gerhana puncaknya itu, kami tidak mendapatkan jejak sama sekali, puncaknya itu sekitar jam 19:33 wita, pas bertepatan dengan sholat, pas puncaknya itu, awannya sedikit terbuka baru kami mendapatkan pengamatan seperempat, " Kata Nyoman Ribeta, Anggota Penggerak Langit Sikka.
Sementara itu, saat terjadi gerhana bulan, umat muslim di menggelar sholat gerhana di Masjid Darussalam Waioti, Kecamatan Alok Timur.
Ustat Masjid Darusalam Waioti, Mengatakan dengan adanya gerhana bulan, umat muslim berdo'a kepada Allah SWT, agar selalu dilindungi dari marabahaya dan merenungi fenomena tersebut adalah bagian dari kekuasaan dan keagungan Tuhan yang maha kuasa, sebagai penyatu alam semesta.
"Tentu dengan adanya gerhana bulan ini, kami berdo'a kepada Allah SWT, agar semuanya baik-baik saja, dan juga dengan adanya fenomena seperti ini, tentu kami sebagai umat Islam, merenungi bahwa ini adalah fenomena yang terjadi begitu saja tetapi ini adalah bagian dari kekuasaan dan keagungan Tuhan yang maha kuasa, sebagai penyatu alam semesta, "ujar Wahyudin Ardiansah, Ustat masjid Darusalam Waioti.
Gerhana bulan ini memang hampir terjadi diseluruh wilayah Indonesia, pada Selasa malam. (awk)