Nama Indonesia naik daun karena banyaknya pemain Tim Garuda yang berkarier di Eropa.
Pemain-pemain tersebut ialah Emil Audero, Dean James, Kevin Diks, Mees Hilgers, Elkan Baggot, hingga Calvin Verdonk.
Terbaru, ada nama Maarten Paes yang memutuskan pindah dari klub Major League Soccer, FC Dallas ke Ajax Amsterdam di putaran kedua musim 2025/2026.
Kini, nama Indonesia bak makin naik pamornya berkat performa gemilang yang diperlihatkan oleh Emil Audero dkk.
Terdapat dua pemain Timnas Indonesia yang baru-baru ini masuk dalam team of the week di satu di antara Liga Eropa.
Siapakah pemain tersebut?
1. Justin Hubner
Pemain pertama yang masuk Team of The Week adalah Justin Hubner, bek Timnas Indonesia.
Nama Justin Hubner masuk dalam team of the week Liga Belanda pekan ke-25 versi media asing asal Belanda, @espnnl.
Justin Hubner berhasil masuk team of the week berkat performa gemilang yang ia perlihatkan ketika timnya, Fortuna Sittard melawan NEC Niejmegen, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menjadi starter di pertandingan tersebut dan berhasil mencetak satu gol.
Satu gol tersebut ia cetak saat laga memasuki menit ke-65.
Berkat Justin Hubner, Fortuna Sittard berhasil menang dramatis atas NEC Niejmegen dengan skor 3-2.
Kemenangan tersebut membuat Fortuna Sittard naik ke peringkat 10 klasemen Eredivisie 2025/2026 dengan koleksi 32 poin dari 25 laga.
2. Kevin Diks
Pemain Timnas Indonesia kedua yang masuk Team of The Week adalah Kevin Diks.
Kevin Diks berhasil membawa klubnya, Borussia Monchengladbach menang atas Union Berlin di pekan ke-24 Bundesliga 2025/2026, Sabtu, 28 Februari 2026.
Ia mencetak satu gol di pertandingan tersebut dan membawa Borussia Monchengladbach menang dengan skor 1-0.
Satu gol tersebut ia bukukan di menit-menit akhir tambahan waktu babak kedua lewat titik putih.
Kemenangan tersebut membuat Borussia Monchengladbach bertengger di peringkat 12 klasemen Bundesliga 2025/2026 dengan torehan 25 poin dari 24 laga.
Berkat performa gemilangnya, Kevin Diks masuk dalam lis Team of The Week Bundesliga pekan ke-24.
Namanya sejajar dengan pemain bintang seperti, Harry Kane dan Joshua Kimmich.
Beda dengan Justin Hubner dan Kevin Diks, Maarten Paes panen kritik meski tampil gemilang untuk Ajax Amsterdam.
Momen itu terjadi ketika Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam bertemu dengan eks klub Eliano Reijnders, PEC Zwolle, Minggu, 1 Maret 2026.
Maarten Paes tampil apik di pertandingan tersebut dengan mengemas dua penyelamatan penting pada pertandingan yang berakhir dengan skor 0-0 tersebut.
Ia juga menjadi pemain dengan rating terbaik di pertandingan tersebut.
Dilansir dari sofascore.com, Maarten Paes mendapat rating 8.3.
Akan tetapi, Maarten Paes mendapat kritik tajam dari pengamat sepak bola asal Denmark, Kenneth Perez.
Kenneth Perez mengatakan bahwa Maarten Paes belum sesuai dengan standar Ajax Amsterdam.
Kiper bernomor punggung 1 di Timnas Indonesia tersebut juga dicap sebagai pembuat onar.
"Mereka memiliki penyebab masalah terbesar di depan gawang dalam waktu yang lama," ucap Perez dilansir TribunWow.com dari Voetbal International.
Menurut Kenneth Perez, umpan-umpan milik Maarten Paes lemah dan membahayakan Ajax Amsterdam.
"Dia memainkan umpan-umpan paling gila dan yang sangat lemah."
"Anda harus memainkan umpan yang tepat atau tidak sama sekali. Itu selalu terjadi di Ajax."
"Dia belum pernah melakukan ini sebelumnya," cetus Kenneth Perez.
Menurutnya, Maarten Paes harus jaga sikap dan berhato-hati ketika bermain untuk Ajax Amsterdam.
"Dia adalah penjaga gawang yang tidak perlu membangun permainan sebelum bergabung dengan Ajax," tegasnya.
Pengamat yang lain bernama Marciano Vink juga memberikan kritik serupa untuk Maarten Paes.
"Hal itu tidak dapat diterima untuk seorang kiper Ajax," kata Marciano Vink.
Menurut Marciano Vink, Ajax Amsterdam kehilangan bola sebanyak 157 kali saat melawan PEC Zwolle.
"Ajax kehilangan penguasaan bola 157 kali."
"Dalam pertandingan Eredivisie rata-rata untuk tim papan bawah, mereka kehilangan penguasaan bola 100 dan 120 kali."
"NAC mencatatkan 140 kali kehilangan penguasaan bola akhir pekan ini," tambah Marciano Vink.
Diketahui, Maarten Paes hampir melakukan blunder di pertandingan tersebut.
Momen itu terjadi pada menit ke-65, kala Maarten Paes mendapat umpan back pass dari rekannya.
Maarten Paes kemudian melesatkan tendangan ketika dalam tekanan dan memantul ke kaki pemain PEC Zwolle, Younes Namli.
Bola kemudian menarah ke rekan Younes Namli, Koes Kostons.
Namun beruntung bagi Maarten Paes karena ia mampu menyelamatkannya.