58 KK Korban Kebakaran di Galung Tulu Dirikan Tenda, Harap Bantuan Rumah Jelang Lebaran
Abd Rahman March 04, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Penyintas kebakaran 38 rumah di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) dirikan tenda darurat untuk menginap, Rabu (4/3/2026).

Tenda darurat ini didirikan warga tepat berada di lahan bekas rumah hangus terbakar.

Penyintas gempa menginap dalam tenda darurat beratapkan terpal dan tikar serta beberapa bantal dan selimut.

Baca juga: Ramalan Shio Naga Besok Rabu, Ambisi Tinggi, Tetap Jaga Sikap Rendah Hati

Baca juga: Tak Terima Cintanya Ditolak, Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Teman Wanitanya Pakai Kapak

Sebelumnya para korban berjumlah 58 Kepala Keluarga (KK) ini sempat mengungsi di rumah kerabat.

Empat hari setelah musibah kebakaran, mereka kembali ke lokasi bekas rumahnya masing-masing.

Hal itu dilakukan agar para korban dapat membersihkan sisa-sisa puing kebakaran dan segera berbenah.

"Kita dirikan tenda ini di lahan bekas rumah terbakar, berharap ada bantuan perbaikan rumah," kata korban terdampak, Sumarni kepada wartawan.

Dia menyampaikan rumahnya rusak parah, tidak ada yang dapat diselamatkan baik itu atap dan tiang rumah.

KEBAKARAN - Sejumlah korban kebakaran 38 rumah menceritakan apa yang mereka saksikan saat kebakaran hebat melanda Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman, Sulbar, Senin (2/3/2026).
KEBAKARAN - Sejumlah korban kebakaran 38 rumah menceritakan apa yang mereka saksikan saat kebakaran hebat melanda Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman, Sulbar, Senin (2/3/2026). (Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli)

Sumarni berharap pemerintah daerah memberikan bantuan untuk mendirikan hunian layak.

Terlebih para korban kebakaran ini akan menyambut hari raya Lebaran usai bulan Ramadhan.

"Harapannya ada bantuan perbaikan rumah, supaya nanti ada yang bisa ditempati lebaran," ungkapnya.

Dia mengaku jika bantuan Sembako dan perabot rumah lainnya telah ada diterima para korban.

Sehingga para korban juga meminta adanya bantuan dari pemerintah terkait pembangunan rumah layak.

Sementara bantuan paket Sembako dikumpulkan petugas sosial kebencanaan di posko tenda utama.

Selain bantuan Sembako, warga terdampak sebanyak 57 Kepala Keluarga (KK) juga mendapat bantuan tikar, kompor dan obat-obatan.

Pantauan di lokasi, petugas kebencanaan menyusun paket Sembako yang diberikan tiap satu KK.

Paket Sembako ini terdiri dari Beras, 25 kg, mie instan, sembako (kopi, gula, minyak, kue, biskuit) telur satu rak, air empat dos.

Satu per satu warga dari 57 KK ini berbaris di posko darurat untuk diberikan paket Sembako.

Warga terdampak saat ini mendirikan tenda posko masing-masing di lahan bekas puing rumah terbakar.

Mereka mulai memasak untuk penuhi kebutuhan harian anak-anak yang membutuhkan makanan.

Pemerintah Daerah (Pemda) Polman juga nampak mendirikan dapur umum bekerja sama dengan petugas kepolisian Korps Brimob.(*)


Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.