China Bela Iran Usai Diserang Amerika Serikat dan Israel, Wang Yi Desak Hentikan Perang
Tim TribunTrends March 04, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM -- Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyampaikan dukungan Beijing kepada Abbas Araghchi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang memicu eskalasi perang di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Wang Yi dalam percakapan telepon dengan Abbas Araghchi pada Senin (2/3/2026), setelah ratusan orang dilaporkan tewas akibat serangan yang dimulai sejak Sabtu (28/2/2026).

Teheran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel, negara-negara Teluk, serta pangkalan Inggris di Siprus.

Wang mengatakan kepada Abbas Araghchi, Beijing “menghargai persahabatan tradisional antara China dan Iran, mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan, integritas wilayah, dan martabat nasionalnya, serta mendukung Iran dalam melindungi hak dan kepentingan sahnya,” demikian dilaporkan oleh stasiun televisi pemerintah, China Central Television, Senin.

KONFLIK TIMUR TENGAH – Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan pernyataan dukungan kepada Iran dalam percakapan telepon dengan Abbas Araghchi di tengah eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel. (Tribunnews Bogor/Ist/Ist)

Menurut CCTV, China telah "mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer, menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut, dan mencegah konflik menyebar ke seluruh wilayah Timur Tengah," kata Wang.

Dalam percakapan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, Wang menuduh Amerika Serikat dan Israel "melanggar tujuan dan prinsip piagam PBB" dengan "sengaja memicu perang melawan Iran."

“China juga bersedia memainkan peran konstruktif, termasuk menegakkan keadilan, mengupayakan perdamaian, dan menghentikan perang melalui platform Dewan Keamanan PBB,” kata Wang kepada Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, seperti dilaporkan CCTV.

Sementara itu, dalam pembicaraan dengan Jean-Noel Barrot dari Prancis, Wang memperingatkan dunia berisiko "kembali ke hukum rimba."

“Negara-negara besar tidak dapat secara sewenang-wenang menyerang negara lain berdasarkan keunggulan militer mereka,” kata Wang, menurut CCTV.

Baca juga: Serangan Saat Pertemuan Rahasia, Deretan Petinggi Iran Tewas dalam Operasi AS–Israel

“Masalah nuklir Iran pada akhirnya harus kembali ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik,” katanya.

Dikutip dari Associated Press, serangan terhadap Iran terjadi setelah AS meningkatkan kehadiran militer terbesarnya di kawasan tersebut dalam beberapa dekade. Presiden AS Donald Trump mengatakan "pemboman berat dan tepat sasaran" di Iran akan berlanjut sepanjang minggu atau lebih lama.

Israel menyatakan akan melakukan serangan "tanpa henti" dan mengklaim ratusan jet tempur menyerang target di Teheran. Palang Merah Iran menyebut sedikitnya 555 orang tewas sejauh ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim kemenangan bagi keamanan Israel, meski risiko meluasnya konflik tetap tinggi, termasuk ancaman dari kelompok Houthi di Yaman.

Lonjakan serangan rudal dan drone Iran memicu kepanikan di negara-negara Teluk. Uni Emirat Arab melaporkan dampak di bandara Dubai, sementara Arab Saudi menyatakan telah mencegat serangan dan memanggil duta besar Iran.

Harga minyak dunia pun melonjak tajam ketika pasar dibuka, seiring kekhawatiran terganggunya pasokan dari kawasan strategis tersebut. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.