Sebelum Wafat, Ali Khamenei Sudah Lama Dipantau Israel Lewat CCTV yang Dipasang di Seluruh Teheran
Galuh Palupi March 04, 2026 11:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Terungkap bagaimana cara Israel mengetahui aktivitas Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei hingga berujung pada serangan yang menewaskannya pada Sabtu (28/2/2026).

Langkah Israel dan Amerika Serikat membunuh Ali Khamenei tidak lepas dari peran operasi intelijen Israel.

Dikutip dari Financial Times, Ali Khamenei ternyata sudah lama dipantau aktivitasnya oleh pihak lawan melalui kamera CCTV yang tersebar di seluruh Teheran.

Lantas bagaimana bisa akses CCTV di Iran bocor ke Israel?

Intelijen Israel dilaporkan telah meretas sebagian besar jaringan CCTV terutama kamera lalu lintas di Teheran selama bertahun-tahun.

Financial Times tidak menyebut angka pasti jumlah CCTV yang diretas.

Baca juga: Detik Krusial Wafatnya Ali Khamenei, Trump Ubah Rencana di Menit Terakhir Gegara Informasi CIA

KABAR IRAN DISERANG - Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan udara yang menargetkan kediamannya. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social.
KABAR IRAN DISERANG - Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan udara yang menargetkan kediamannya. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social. (via Kompas)

Namun Iran sendiri diketahui memiliki jaringan CCTV ribuan unit yang tersebar di jalan protokol, kawasan pemerintahan, dan titik strategis lainnya.

Data yang didapat Israel dari peretasan CCTV ini lantas mereka gunakan untuk menganalisis dan memetakan pola aktivitas dan kehidupan Khamenei.

Israel menggunakan bantuan AI untuk mengolah data yang mereka dapatkan.

Data mencakup rute perjalanan rutin, jam aktivitas, lokasi pertemuan, hingga pola pengawalan dan siapa saja pejabat yang biasanya berada di sekitarnya.

Dilansir The Tribune India, operasi ini menjadi bagian dari rencana militer yang disebut sebagai Operation Roaring Lion atau Operasi Singa Mengaum.

Serangan dilancarkan setelah intelijen memastikan lokasi keberadaan Khamenei di sebuah kompleks yang dijaga ketat.

Financial Times melaporkan sekitar 30 rudal presisi ditembakkan ke kompleks tersebut.

Rudal yang digunakan disebut jenis Sparrow.

Serangan dilakukan pada siang hari untuk menciptakan efek kejut taktis, meski tingkat kewaspadaan keamanan Iran disebut dalam kondisi tinggi.

Selain pengintaian visual, operasi itu juga dilaporkan melibatkan intelijen sinyal, termasuk penetrasi jaringan komunikasi dan gangguan terhadap menara seluler di sekitar lokasi.

Gangguan tersebut, membuat perangkat komunikasi personel keamanan tidak menerima panggilan atau peringatan saat serangan berlangsung.

Baca juga: Potret Kenangan Zahra, Cucu Ali Khamenei Pemimpin Iran yang Wafat Dalam Serangan AS, Usia 14 Bulan

Laporan itu juga menyebut keterlibatan Central Intelligence Agency (CIA) yang menyediakan sumber informasi manusia tambahan guna mengonfirmasi lokasi pasti Khamenei pada hari serangan.

Menurut Financial Times, perencanaan jangka panjang terhadap Iran disebut telah dimulai sejak 2001, ketika mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon memerintahkan Mossad menjadikan Iran sebagai target utama operasi intelijen strategis.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun otoritas Iran terkait rincian laporan tersebut.

Trump Ubah Rencana di Menit Terakhir Gegara Informasi CIA

Badan inteligen luar negeri Amerika Serikat atau CIA ternyata sempat memberi informasi penting dan rahasia yang langsung membuat Donald Trump mengubah recana menyerang pimpinan tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Amerika Serikat dan Israel awalnya berencana menyerang Khamenei di malam hari, namun rencana itu sontak berubah setelah informasi yang diberikan CIA.

AS mendadak mengubah jadwal penyerangan di Sabtu (28/2/2026) pagi.

Perubahan mendadak ini akhirnya membuat Ali Khamenei kehilangan nyawa.

Lantas apa informasi dari CIA di detik-detik terakhir serangan AS?

Baca juga: Doa Menghadapi Fitnah Dajjal, Ramai Dibahas di Tengah Perang Iran Vs Amerika Serikat dan Israel

ALI KHAMENEI TEWAS - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi tewas oleh kantor berita Iran. Dia meninggal di tengah gempuran serangan udara Israel dan Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026). (Instagram/@khamenei.english_)

Berdasarkan informasi dari pejabat yang mengetahui perencanaan sensitif ini, CIA telah melacak pola perilaku dan lokasi Khamenei selama berbulan-bulan.

Titik terang muncul saat intelijen memastikan bahwa Khamenei dan jajaran petinggi pertahanan Iran akan berkumpul dalam sebuah pertemuan penting pada Sabtu pagi di kompleks kepemimpinan Teheran.

Kompleks tersebut merupakan lokasi strategis tempat kantor kepresidenan, kantor pemimpin tertinggi, dan Dewan Keamanan Nasional Iran berada. 

"AS dan Israel memutuskan untuk menyesuaikan waktu serangan guna memanfaatkan informasi tentang pertemuan di kompleks pemerintahan di Teheran pada Sabtu pagi," ungkap seorang sumber yang berbicara dengan syarat anonim, sebagaimana dikutip dari The New York Times.

Detik-detik Operasi Pukul 9.40 

Pergeseran waktu ini terbukti memberikan kejutan taktis bagi Iran. 

Operasi dimulai sekitar pukul 06.00 waktu Israel saat jet-jet tempur yang dipersenjatai amunisi jarak jauh presisi tinggi lepas landas. 

Tepat dua jam lima menit kemudian, atau sekitar pukul 09.40 pagi waktu Teheran, rudal-rudal tersebut menghantam kompleks pemerintahan.

Saat ledakan terjadi, para pejabat senior keamanan nasional Iran tengah berada di salah satu gedung, sementara Khamenei dilaporkan berada di bangunan yang berdekatan. (Tribun Trends/Tribunnews/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.