Polisi Selidiki Kecelakaan Maut di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Pemuda 23 Tahun Tewas di Tempat
Samir Paturusi March 04, 2026 12:24 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Ruas jalan Poros Bontang–Sangatta kembali memakan korban jiwa.

Seorang pemuda berusia 23 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas tepatnya di KM 28, Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur.

Peristiwa maut tersebut terjadi pada Sabtu (28/02/2026) lalu dini hari sekitar pukul 01.30 Wita.

Insiden berdarah ini melibatkan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Gear dengan nomor polisi KT-2845-RDI. 

Kondisi kendaraan korban dilaporkan mengalami kerusakan parah, mulai dari area speedometer yang pecah, kedua kaca spion hancur, hingga setang motor yang dalam posisi bengkok akibat benturan keras di aspal.

Korban diketahui bernama Ismail, warga Dusun Salimpus, Desa Kandolo. Pemuda tersebut dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat di bagian kepala. 

Baca juga: POPULER KALTIM: Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Dikembalikan dan Kecelakaan Maut di Kariangau Balikpapan

Pendarahan hebat pada bagian belakang kepala membuatnya tidak tertolong meskipun warga sekitar sempat berusaha memberikan bantuan sesaat setelah kejadian.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kendaraan yang diduga terlibat dalam peristiwa ini. Kami mengimbau kepada pengemudi atau pengendara yang merasa terlibat agar segera melapor,” ungkap Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, Rabu (4/3/2026).

Pihak kepolisian dari Unit Gakkum Satlantas Polres Kutim telah bergerak cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Petugas mengumpulkan sejumlah barang bukti serta mendata saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Teluk Pandan pada malam nahas tersebut.

Berdasarkan hasil olah TKP awal, kronologi bermula saat Ismail melaju dari arah Bontang menuju Sangatta. 

Saat memasuki kawasan KM 28, kondisi jalan diketahui menurun dan menikung tajam ke arah kiri. Cuaca yang ekstrem saat itu memperburuk keadaan bagi para pengendara yang melintas.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi baik, kurangi kecepatan saat hujan dan di jalan menikung atau menurun. Keselamatan adalah yang utama,” tambah Fauzan.

Kombinasi antara guyuran hujan deras, penerangan jalan yang sangat minim, serta jarak pandang yang terbatas diduga menjadi pemicu korban kehilangan kendali atas kendaraannya. 

Motor korban kemudian oleng dan jatuh ke sisi kanan jalan, yang berujung pada cedera fatal pada organ vital korban.

Sementara ini, jenazah Ismail telah dievakuasi ke RSUD Bontang untuk menjalani proses visum. 

Baca juga: Kecelakaan Maut di Kariangau Balikpapan Tewaskan Dua Remaja, Polisi Masih Periksa Tiga Saksi

Pihak keluarga juga telah dihubungi terkait musibah yang menimpa pemuda asal Desa Kandolo tersebut, sementara motor korban diamankan sebagai barang bukti penyelidikan lebih lanjut.

“Kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini agar dapat membantu pihak kepolisian guna mempercepat proses penyelidikan,” pungkasnya. (*)

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.