Bupati Yuhronur Efendi : Pembangunan Lamongan Baik Fisik dan Nonfisik Terus Digenjot
Titis Jati Permata March 04, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, LAMONGAN – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan komitmennya mewujudkan pembangunan daerah yang utuh dan berkelanjutan, mencakup sektor fisik maupun nonfisik yang terukur melalui capaian kinerja.

Penegasan itu disampaikan saat Safari Ramadan di Masjid Sabilillah, Desa Sugio, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Selasa (3/3/2026) sore.

Selain menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat di bulan suci, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memaparkan progres pembangunan Kabupaten Lamongan.

Akselerasi Pembangunan Infrastruktur

Kaji Yes  menjelaskan, pada sektor fisik Pemkab Lamongan terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur melalui program prioritas Jalan Mantap dan Mulus Lamongan (Jamula). 

"Hingga akhir 2025, tingkat kemantapan jalan kabupaten telah mencapai 60,21 persen, " katanya kepada SURYA.co.id, Rabu (4/3/3025).

Baca juga: Lamongan Gelar Safari Ramadan di Sugio: Ada Pasar Murah dan Layanan Adminduk

Sebanyak 58 ruas jalan dengan total panjang 24.700 meter telah terbangun dalam kondisi baik.

Menurutnya, peningkatan kualitas infrastruktur berdampak langsung pada kelancaran konektivitas antarwilayah, distribusi hasil pertanian, serta efisiensi mobilitas masyarakat.

“Satu tahun kepemimpinan saya dan  Mas Dirham berkomitmen melaksanakan pembangunan utuh dan berkelanjutan. Tidak hanya fisik, tetapi juga nonfisik,” ujarnya.

277 Desa di Lamongan Berstatus Mandiri

Di bidang pembangunan desa, sebanyak 277 desa di Lamongan kini berstatus mandiri, sementara desa lainnya berstatus maju.

Capaian tersebut menunjukkan penguatan pembangunan berbasis desa yang semakin merata.

Sementara pada sektor nonfisik, peningkatan kualitas sumber daya manusia terus digenjot. 

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan pada 2024 tercatat di angka 75,90, yang mencerminkan tren peningkatan pada aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Optimalkan Realisasi Program Nasional

Dalam mendukung kesejahteraan warga, Pemkab Lamongan juga mengoptimalkan realisasi program nasional, salah satunya melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di berbagai desa sebagai wadah pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penguatan distribusi kebutuhan pokok.

Pada sektor unggulan, pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi daerah. Produksi padi Lamongan mencapai lebih dari 1 juta ton gabah kering panen per tahun, menjadikan Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur hingga tingkat nasional.

Kulitas SDM dan Kesejahteraan Warga Meningkat

Selain padi, komoditas jagung, kedelai, perikanan, dan peternakan juga menunjukkan tren produktivitas yang positif.

“Pembangunan di Lamongan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya terlihat dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari meningkatnya kualitas SDM dan kesejahteraan warga,” tambahnya.

Dengan pembangunan yang terencana dan terukur, Pemkab Lamongan optimistis mampu mewujudkan daerah yang maju, berdaya saing, serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.