TRIBUNTRENDS.COM - Pelarian pria yang viral karena aksi koboinya di kawasan Buaran, Serpong, berakhir di tangan pihak berwenang. Sosok yang sempat menodongkan senjata api ke pengemudi taksi online tersebut dikonfirmasi merupakan oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, menegaskan bahwa pelaku saat ini sudah tidak lagi berada di bawah penanganan kepolisian sipil.
“Pelakunya oknum TNI dan sudah ditangani POM (Polisi Militer),” ungkap Dhady saat memberikan konfirmasi pada Selasa (3/3/2026).
Insiden yang mencekam ini bermula pada Minggu malam (1/3/2026) di sekitar kawasan KFC Paradise Viktor, Setu. Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, perselisihan dipicu oleh gesekan kendaraan antara mobil pelaku dan korban yang merupakan sopir taksi daring.
“Memang pada saat kejadian terjadi cekcok antara terduga pelaku dengan korban, di mana ada sedikit senggol-menyenggol antara kendaraan, kemudian terjadi perbuatan yang ada di video tersebut,” jelas Wira.
Aksi arogan pelaku sempat terekam kamera dan diunggah oleh akun @dashcamindonesia. Dalam potongan video tersebut, pelaku yang tersulut emosi awalnya mencoba merusak bagian kendaraan korban.
"Langsung mau mecahin spion kanan ku, sama spion kiriku juga. Nah, langsung ku halangi tuh pas dia mau mecahin spion," tulis keterangan dalam unggahan viral tersebut.
Baca juga: Dikira Tukang Paket Ternyata Pelaku Teror, Suami Anggota DPRD Jateng Syok Ditembak Pistol Asli
Keadaan semakin memanas ketika pelaku diduga mengeluarkan benda mirip senjata api dan mengarahkannya tepat ke kepala korban. Tak hanya intimidasi secara verbal dan senjata, korban juga mengaku mengalami kekerasan fisik yang mengakibatkan luka di siku serta perdarahan pada hidung.
"Aku diborgol juga, terus dia menonjok aku sampai hidungku berdarah," tutur korban dalam keterangan unggahannya.
Mirisnya, meski korban telah berupaya mengajak pelaku untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan atau melalui jalur hukum di kantor polisi, oknum tersebut justru menolak. Korban yang berada di bawah tekanan dan rasa takut terpaksa harus bernegosiasi di tempat.
"Ku ajak ke kantor polisi buat selesaikan masalah tapi dia enggak mau," lanjut keterangan video tersebut.
Bahkan, pelaku dilaporkan sempat meminta uang ganti rugi sebesar Rp900.000 kepada korban. Padahal, menurut sang sopir, kerusakan pada mobilnya justru jauh lebih parah sementara kondisi ekonomi sedang sulit akibat sepinya orderan.
Baca juga: Mobil Mencurigakan Dikepung Warga, Oknum TNI Diduga Terlibat Pencurian Ternak
Pihak Polres Tangerang Selatan sendiri telah menerima laporan resmi terkait kasus ini pada Senin (2/3/2026). Setelah melakukan penyelidikan intensif dan mengidentifikasi identitas pelaku melalui plat nomor kendaraan B 1320 SJE, petugas segera melakukan penangkapan sebelum akhirnya melimpahkan kasus ini ke satuan Polisi Militer untuk diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku bagi anggota TNI.