BANGKAPOS.COM--Memasuki hari ke-14 bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, termasuk memperbanyak doa.
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca pada puasa hari ke-14 berisi permohonan ampunan atas kesalahan serta perlindungan dari berbagai bencana dan musibah.
Berikut doa puasa Ramadhan hari ke-14:
Arab:
اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ
Artinya:
“Ya Allah, janganlah Engkau tuntut aku di bulan ini atas segala kesalahan yang telah kulakukan. Ampuni segala dosa dan kekhilafanku. Jangan Engkau jadikan aku sasaran bencana dan malapetaka. Demi kemuliaan-Mu, wahai sandaran kemuliaan kaum Muslimin.”
Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan mustajab, di mana pintu langit dibuka dan rahmat Allah SWT dilimpahkan seluas-luasnya kepada hamba-Nya.
Pada bulan ini, umat Islam berlomba-lomba meningkatkan amal saleh, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta mempererat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Waktu-waktu utama untuk berdoa antara lain saat sahur, menjelang berbuka puasa, setelah shalat fardhu, serta pada sepertiga malam terakhir.
Momentum-momentum tersebut diyakini sebagai waktu yang sangat baik untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT.
Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, puasa menjadi sarana penyucian jiwa serta pembentukan pribadi yang bertakwa.
Hal ini sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183:
Arab:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Latin:
Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk insan bertakwa, yakni pribadi yang senantiasa sadar akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.
Rasulullah SAW juga menjelaskan kemuliaan Ramadhan dalam sebuah hadis yang masyhur, bahwa pada bulan ini nafas seorang Muslim bernilai tasbih, tidurnya bernilai ibadah, amalnya diterima, dan doanya dikabulkan.
Hal itu menunjukkan bahwa setiap aktivitas di bulan Ramadhan dapat bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang tulus dan ikhlas.
Selain doa harian, niat merupakan rukun penting dalam ibadah puasa.
Niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari (tabyit niat), sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar.
Lafadz Niat Puasa Ramadhan (Singkat):
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ
Artinya:
“Saya berniat puasa Ramadhan.”
Lafadz Niat Puasa Ramadhan (Lengkap):
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya:
“Saya berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Dengan memperbanyak doa, memperbaiki niat, serta menjaga kualitas ibadah, diharapkan puasa yang dijalankan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga mampu membentuk pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan bertakwa.
(Bangkapos.com/Zulkodri)