Polemik Piala Dunia 2026 Efek Perang Iran vs AS-Israel - Ada Ancaman Boikot, Trump: Mereka Lemah
Arif Tio Buqi Abdulah March 04, 2026 03:25 PM

TRIBUNNEWS.COM - Piala Dunia 2026 menghadirkan polemik anyar menyusul peristiwa perang Iran vs AS-Israel pecah. Iran yang mengancam boikot Piala Dunia 2026 ditanggapi ketus oleh presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pagelaran Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko hanya tersisa kurang 100 hari.

Iran diketahui menjadi salah satu peserta Piala Dunia 2026, yang dijadwalkan mulai bergulir 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Akan tetapi, karena serangan AS dan Israel pada akhir pekan lalu, Iran meragukan partisipasi mereka pada Piala Dunia 2026.

Kondisi ini memicu reaksi presiden federasi sepak bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj.

Dalam pernyataannya, meski tidak secara gamblang menyebut akan melakukan boikot, tetapi arah pernyataan orang nomor satu FFIRI tersebut mengarah ke sana pada Piala Dunia 2026.

"Tidak mungkin mengatakan secara pasti, tetapi pasti akan ada respons. Hal ini akan dipelajari para pejabat olahraga di tingkat tinggi negara," kata Presiden federasi sepak bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, dikutip dari laman Reuters.

"Namun yang dapat kita katakan sekarang adalah bahwa karena serangan ini dan kekejamannya, jauh dari harapan kita untuk dapat menatap Piala Dunia dengan penuh optimisme," sambungnya menambahkan.

Meski ada keraguan FFIRI untuk mengirim tim, sampai saat ini belum ada keputusan resmi.

Sejarah mencatat, belum ada kontestan yang mundur dari Piala Dunia karena alasan politik.

Tim-tim yang pernah mundur dalam edisi-edisi sebelumnya selalu mengambil sikap di babak kualifikasi, baik karena persoalan politik atau hal lainnya.

Baca juga: Tim Nasional Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026, Donald Trump: Saya Tidak Peduli

Diprediksi bakal ada konsekuensi berat bagi Iran jika mundur dari Piala Dunia 2026. Namun, tak menutup kemungkinan pula, FIFA yang mencoret Iran dari daftar dan menggantinya dengan tim lain. 

Berdasarkan regulasi Piala Dunia 2026, FIFA memegang penuh kendali terhadap tim yang di kemudian hari tidak bisa memenuhi tanggung jawab sebagai peserta.

Pada Pasal 6 tentang pengunduran diri, pertandingan yang tak bisa digelar, pertandingan yang batal, dan pergantian, FIFA punya hak, termasuk mengganti tim peserta.

Presiden AS Donald Trump Cuek

Pernyataan federasi sepak bola Iran soal partisipasi mereka di Piala Dunia 2026 menyusul insiden perang yang terjadi, sampai ke telinga presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Mengetahui rencana Iran akan memboikot Piala Dunia 2026, Donald Trump tidak peduli. Trump juga menyebut Iran sebagai negara yang lemah.

"Saya benar-benar tidak peduli. Saya pikir Iran adalah negara yang sangat lemah. Mereka berada di ambang kehancuran," kata Trump, dikutip dari laman Aljazeera.

Iran termasuk ke dalam negara yang warganya dilarang Donald Trump masuk ke Amerika Serikat.

Kendati demikian, ada pengecualian untuk event olahraga besar seperti Piala Dunia dan Olimpiade.

Dalam hal ini, Trump memperbolehkan tim nasional atau kontingen negara itu untuk berpartisipasi, namun tidak untuk suporter mereka.

Di Piala Dunia 2026, Iran tergabung ke dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Sementara AS di Grup D bersama Paraguay, Australia, dan tim dari playoff UEFA. Apabila Iran dan AS finis sebagai runner up grup, keduanya bisa bertemu di babak 32 besar.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.