Musim Kemarau 2026 Mulai Kapan? BMKG Ingatkan Durasi Bakal Lebih Panjang dan Kering
Arie Noer Rachmawati March 04, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Musim kemarau 2026 diprediksi lebih maju dan mulai berlangsung pada April.

Musim kemarau 2026 terjadi secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani mengatakan, musim kemarau 2026 juga diperkirakan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Sebagian besar wilayah Indonesia atau di 400 zona musim, diprediksi mengalami musim kemarau lebih panjang dari kondisi normalnya.

"Ini perlu dicatat bahwa musim kemarau yang akan kita hadapi di tahun 2026 itu akan lebih panjang dari normalnya,” ujar Faisal dalam konferensi pers BMKG, Rabu (4/3/2026), dikutip kompas.tv.

BMKG berharap informasi ini dapat menjadi dasar perencanaan lintas sektor, khususnya dalam menghadapi potensi kekeringan dan dampak iklim lainnya.

"Kami berharap informasi prediksi musim kemarau 2026 ini dapat menjadi panduan umum dalam penetapan perencanaan langkah mitigasi dan antisipasi, serta kebijakan jangka panjang bagi berbagai sektor yang terdampak iklim,” ujarnya.

Baca juga: Derita Warga Desa Manduro Manggung Gajah Mojokerto Kesulitan Air Bersih Saat Musim Kemarau

Musim Kemarau 2026 Lebih Kering

Selain itu, BMKG juga memproyeksikan musim kemarau 2026 akan cenderung lebih kering.

Menurut analisa BMKG, akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia yaitu di 451 zona musim atau 64,5 persen, dari seluruh zona musim yang diprediksi pada kategori bawah normal atau lebih kering dari biasanya.

Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026.

 “Puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 429 zona musim atau sekitar 61,4 persen, diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus tahun 2026,” ucapnya.

Bahkan, 410 zona musim atau 58,7 persen diprediksi mengalami puncak kemarau lebih awal dari periode normal, sedangkan 142 zona musim atau 20,3 persen diperkirakan sesuai periode normal.

Baca juga: Fenomena Hujan Es Mengguyur di Ponorogo, BMKG Angkat Bicara

Daftar Wilayah yang Masuk Musim Kemarau April 2026

Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi:

  • Sebagian besar Sumatera
  • Jawa
  • Bali
  • Nusa Tenggara
  • Kalimantan bagian selatan dan timur
  • sebagian besar Sulawesi
  • Maluku
  • sebagian wilayah Papua.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia.

Wilayah lain akan mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6 persen) dan September (14,3 persen).

Wilayah yang memasuki puncak musim kemarau pada Juli meliputi:

  • Sebagian wilayah Sumatera
  • Kalimantan bagian tengah dan utara
  • Sebagian kecil Jawa
  • Nusa Tenggara
  • Sulawesi
  • Maluku
  • Wilayah barat Pulau Papua.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem Selama 10 Hari Awal Maret 2026, BMKG Kediri Ungkap Daerah Terdampak

Memasuki bulan Agustus, cakupan wilayah yang mengalami puncak kemarau semakin meluas secara signifikan.

Kondisi kering ini akan mendominasi:

  • Wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Sebagian besar Kalimantan
  • Sulawesi
  • Seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara
  • Sebagian Maluku dan Pulau Papua.

Pada periode September, puncak musim kemarau masih dialami di sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, dan sebagian besar NTT.

Selain itu, puncaknya juga akan dirasakan di wilayah Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian kecil Pulau Papua.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.