Rancang Penanganan Banjir dan Erosi di Sungai Sesayap, Pemkab Malinau Gandeng Tenaga Ahli dari UGM
Junisah March 04, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kajian dan perancangan detail penanganan banjir serta erosi di sepanjang bantaran Sungai Sesayap, Kabupaten Malinau Kalimantan Utara mulai disusun pada awal tahun ini.

Rencana penanganan darurat dan mitigasi bencana tersebut akan difokuskan pada dua wilayah dengan risiko banjir tinggi, yakni Kecamatan Malinau Kota dan Kecamatan Malinau Utara.

Penyusunan dokumen perencanaan teknis ini dikerjakan melalui skema swakelola yang melibatkan tenaga ahli dari perguruan tinggi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Malinau, Mei Desan menyebutkan fokus kajian adalah mencari solusi atas abrasi sungai yang semakin mengkhawatirkan.

Baca juga: ‎Waspada Leptospirosis Pasca Banjir di Malinau, Wajib Pakai Alat Pelindung Saat Bersihkan Rumah

"Ini rencana kita, untuk merencanakan bagaimana pengendalian banjir di kawasan Kecamatan Malinau Utara dan Malinau Kota, kemudian ini ada memang ada berapa titik yang kami lihat krusial yang harus segera ditangani khususnya tebing sungainya," ungkap Mei Desan dalam pertemuan bersama, Rabu (4/3/2026).

Selain merancang struktur pengendali erosi fisik, instansi teknis juga mengupayakan pengaktifan kembali sistem peringatan dini banjir di sepanjang daerah aliran sungai.

Sejumlah perangkat pantau seperti sensor ketinggian muka air dan alat ukur curah hujan otomatis akan dipulihkan fungsinya agar dapat diakses.

“studi ini dalam rangka mendukung perencanaan yang bisa lebih tepat, lebih efisien untuk merumuskan strategi dan kebijakan kita, menghasilkan alternatif penanganan yang optimal dalam bentuk basic desain," ujarnya.

Baca juga: Luapan Sungai Sesayap di Malinau Telan Korban Jiwa, Ditemukan Dekat Perahu dan Pukat

Hasil dari perumusan kajian serta desain dasar ini akan menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah untuk mengeksekusi pembangunan fisik infrastruktur pengendali banjir ke depan.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.