300 Jamaah Umroh Asal Karawang Tertahan di Makkah Tidak Bisa Pulang Imbas Perang Iran dan AS-Israel
Joseph Wesly March 04, 2026 06:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Sebanyak 300 jamaah umroh asal Karawang, Jawa Barat tertahan tidak bisa pulang kembali ke tanah air karena penutupan penerbangan di kawasan timur tengah.

Direktur Sanema Tour Karawang, Rafiudin Firdaus mengatakan perang Iran melawan Amerika dan Israel berdampak bagi penyelenggaraan umroh.

Yang sangat terasa sekali dialami jemaah yang menggunakan maskapai dengan rute transit di Oman atau Dubai.

“Total data di travel kami ada 300 jamaah, tapi masih terus proses pendataan," kata Rafiudin pada Rabu (4/3/2026).

Rafiudin mengatakan jamaah yang menggunakan sistem transit harus singgah terlebih dahulu dinegara tertentu sebelum melanjutkan penerbangan ke Madinah atau Jeddah.

Karena beberapa negara timur tengah juga maka jalur penerbangan ikut ditutup. Sedangkan penerbangan langsung seperti maskapai Garuda, Saudia dan Lajat

“Kondisi seperti ini yang berdampak bagi kami untuk menyesuaikan rute dan regulasi penerbangan,” katanya.

Rafiudin mengatakan untuk jamaah yang menggunakan penerbangan langsung  atau direct flight sampai saat ini masih berjalan normal. Namun begitu dia masih menunggu perkembangan karena perang masih berlanjut.

“Semoga saja perang segera berakhir dan usaha kami kembali normal seperti sebelumnya,” katanya.

Kantor Kementerian Haji dan Umroh Karawang mengungkap ada ratusan jamaah umroh yang tertahan tidak bisa pulang imbas perang Amerika-Israel dan Iran.

Baca juga: Perang AS-Israel dan Iran, Ratusan Jamaah Umroh Asal Karawang Tertahan Tak Bisa Pulang

Ada sebagian jamaah umroh yang tertahan belum bisa pulang, ada pula banyak jamaah yang masih menjalankan ibadah umroh berpotensi tertahan tidak bisa pulang ke tanah air.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Karawang, Rojak mengatakan pihaknya masih terus melakukan kordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi dan keselamatan jamaah asal Karawang.

Seperti kordinasi dengan Penyelenggaran Perjalanan Ibadah Umroh ( PPUI) Karawang yang memberangkatkan jemaah Karawang  dalam perjalanan umroh.

“Kami masih menelusuri kondisi jemaah Karawang yang berangkat umroh melalui PPIU dan juga lewat Kementerian di Jakarta. Tapi menurut teman-teman travel bisa mencapai 300 lebih jamaah, secepatnya setelah dapat kabarnya akan kami informasikan lagi.” kata Rojak, pada Rabu (4/3/2026).

Menurut Rojak dia sudah mendengar kabar jika sejumlah jemaah asal Karawang terjebak dalam perang antara Iran dengan Amerika dan Israel hingga sulit pulang.

Begitu juga pihanya mengakui ada juga jemaah asal Karawang sudah ada yang tiba dan melakukan umroh di Arab Saudi.

“Memang ada yang sedang melakukan umroh dan kemungkinan mereka belum bisa pulang bisa saja terjadi. Karena perang itu sudah melibatkan kawasan timur tengah hingga mungkin saja kawasan udara mereka tidak bisa dilalui pesawat. Namun kami masih menunggu perkembangan selanjurnya,” katanya.

Karena situasi perang masih sulit di prediksi, ia mengimbau agar calon jemaah melakukan penundaan perjalanan umroh. Imbauan itu juga berdasarkan arahan dari Kementerian Haji dan Umroh agar jemaah menunda perjalanan. “Kami masih menunggu surat edaran resmi penundaan umroh dari kementerian,” katanya. (MAZ)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.