TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pemkab Tana Tidung kembali menggelar kegiatan Kabupaten Tana Tidung (KTT) Berzakat di Pendopo Djaparudin, Jalan Inhutani, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Rabu (4/3/2026).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan KTT berzakat ini diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas) Tana Tidung.
Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, Sekretaris Daerah, Kapolres, Dandim 0914, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang beragama Islam dan diikuti ASN muslim di lingkungan Pemkab Tana Tidung.
Sebagai pembuka, Bupati Tana Tidung bersama Sekda dan Kapolres menjadi yang pertama menunaikan zakat.
Baca juga: KTT Berzakat, Bupati Ibrahim Ali Ingatkan ASN Pemkab Patutnya Tunaikan Zakat di Tana Tidung
Ibrahim Ali membayar zakat menggunakan beras sesuai ketentuan kadar zakat fitrah sebesar 2,5 kilogram untuk satu anggota keluarga.
Bupati Tana Tidung menegaskan kegiatan KTT Berzakat merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki makna lebih dari sekadar seremoni.
“Kabupaten Tana Tidung berzakat ini kegiatan yang rutin kita laksanakan setiap tahun karena ini merupakan kewajiban bagi umat Islam. Hukum zakat fitrah ini kan wajib dan masuk dalam rukun Islam,” ujarnya.
Ia menekankan, gerakan berzakat yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri bukan hanya simbol kepatuhan terhadap kewajiban agama, tetapi juga bentuk komitmen moral dan spiritual dalam membangun daerah.
“Tentunya kegiatan KTT berzakat ini bukan hanya agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, ini adalah wujud komitmen moral spiritual kita dalam membangun daerah yang tidak hanya maju secara fisik infrastruktur, tetapi juga kuat secara sosial,” katanya.
Baca juga: Didukung Pemkab Tana Tidung, Baznas Tiap Tahun Rutin Laksanakan KTT Berzakat
Menurutnya, di dalam zakat terdapat nilai keadilan, kesejahteraan, serta upaya nyata untuk mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.
“Di dalam zakat juga terdapat nilai keadilan dan kemudian kesejahteraan serta upaya nyata untuk mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat kita. Setiap harta yang kita miliki juga terdapat hak saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.
Oleh sebab itu, pemerintah ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum dhuafa dan mustahik, dapat merasakan kebahagiaan di hari kemenangan.
“Kita ingin memastikan bahwa di hari kemenangan tidak ada saudara kita yang merayakan Idul Fitri dengan kesedihan dan kekurangan,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyebut gerakan berzakat menjelang Idul Fitri menjadi momentum strategis untuk memperkuat solidaritas sosial dan ukhuwah islamiah di Kabupaten Tana Tidung.
“Oleh karena itu, gerakan berzakat menjelang Idul Fitri menjadi momentum yang sangat strategis untuk memperkuat solidaritas sosial, memperkuat ukhuwah islamiah serta menumbuhkan rasa empati di tengah masyarakat Kabupaten Tana Tidung,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Rismayanti