BOLASPORT.COM - Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, memberikan saran kepada suporter Persija Jakarta, The Jakmania, untuk lebih fokus mendukung tim kesayangannya daripada mencemooh tim lawan.
Hal tersebut disampaikan usai laga Persija Jakarta kontra Borneo FC pada lanjutan pekan ke-24 Super League yang berakhir imbang 2-2 di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3/2026) malam.
Pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi tersebut disaksikan langsung oleh 19.709 penonton yang didominasi The Jakmania.
Suporter fanatic Persija yang hadir memberikan dukungan luar biasa dengan menyanyikan chants tanpa henti untuk menyemangati Macan Kemayoran.
Dukungan tersebut terbukti efektif membuat Persija tampil agresif dan nyaris meraih kemenangan di hadapan pendukung setianya.
Namun, gol dramatis Borneo FC pada menit ke-90+4 membuyarkan pesta kemenangan tim ibu kota yang sudah di depan mata.
Tensi pertandingan sudah terasa panas sejak wasit meniup peluit dimulainya laga dan semakin memanas di babak kedua dengan banyaknya kartu kuning yang diberikan kepada kedua tim.
Kehadiran ribuan The Jakmania tentu memberikan tekanan mental bagi tim tamu, Borneo FC.
Suasana panas terjadi ketika banyak pelanggaran dan memicu reaksi spontan dari ribuan The Jakmania yang kompak menyoraki pemain Borneo FC.
Sorakan The Jakmania semakin keras saat bench Pesut Etam melontarkan protes terhadap keputusan wasit selama pertandingan berlangsung.
Kondisi tersebut sebenarnya wajar dalam sepak bola, di mana suporter berperan memberikan dukungan pada tim kesayangannya sekaligus membuat mental tim lawan terganggu.
Namun demikian, Fabio Lefundes memiliki pandangan berbeda mengenai perilaku The Jakmania dalam pertandingan tersebut.
Pelatih asal Brasil itu justru menyarankan agar The Jakmania tidak perlu repot-repot mencemooh tim lawan dan lebih baik fokus mendukung Persija Jakarta.
Menurut Lefundes, dukungan positif untuk Persija akan lebih efektif memberikan tambahan daya juang bagi skuad Macan Kemayoran.
"Saran saya untuk Jakmania, daripada menekan lawan, lebih baik tingkatkan moral dan kepercayaan diri pemain Persija," ujar Fabio Lefundes dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
"Itu akan membuat lawan lebih sulit."
"Satu lagi yang ingin saya sampaikan, ini pertama kalinya dalam tiga tahun saya di Indonesia, kami dipimpin oleh wasit yang tidak terpengaruh oleh tekanan suporter," lanjut pelatih Borneo FC tersebut.
"Dia fokus pada tugasnya."
"Saya sangat bangga dengan perjuangan pemain saya hari ini," tutupnya.
Hasil imbang 2-2 tentu merupakan hasil yang cukup memuaskan bagi Borneo FC yang bermain sebagai tim tamu di hadapan ribuan pendukung Persija.
Berkat hasil ini, Pesut Etam memperpanjang rekor buruk Persija yang tak pernah menang saat duel kedua tim berlangsung sejak 2022.
Skor akhir 2-2 juga membuat Persija gagal memangkas jarak dengan Persib Bandung di puncak klasemen.
Dengan begitu, peluang tiga tim teratas Super League, Persib, Persija, dan Borneo FC, masih terbuka lebar untuk menjadi kampiun di akhir musim 2025-2026.