TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Sebuah warung di Desa/Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, rusak setelah terbawa longsor di tepi jalan, Selasa (3/3/2026) malam.
Pantauan di lokasi, Rabu (4/3/2026), garis pengaman telah dipasang di sekitar lokasi guna mengantisipasi warga mendekat.
Bangunan yang berada di tepi jalan itu hancur terbawa longsor bantaran sungai Luk Ulo.
Pemilik bangunan, Riswati (50) menyampaikan, sebelum longsor, hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 18.00 WIB.
Selang tiga jam kemudian, terangnya, warung yang lama tidak buka itu terbawa longsor.
Baca juga: Hadapi Mudik Lebaran 2026, Pemkab Kebumen Perbaiki 17 Ruas Jalan Termasuk Jalan Muktisari-Bocor
Riswati mengaku mendapat kabar warungnya terbawa longsor dari tetangga warung.
"Warungnya sudah mereng (miring) itu Mbak, gimana," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu.
Menurut Riswati, bagian belakang warung sebelumnya sudah rusak dibawa longsor.
Kemudian, disusul bagian depan.
Riswati mengatakan, longsor yang pertama pada beberapa tahun lalu membuat dia memutuskan tidak membuka lagi warungnya.
Beruntung, sebelum longsor kedua terjadi, dia telah menyelamatkan sejumlah barang di antaranya tabung gas melon dan air mineral.
Sedangkan sepeda ontel, tabung gas 12 kg, perabot dapur, perlengkapan sekolah, serta alat tukang, ikut terbawa longsor.
Dia bersama suami dan seorang anaknya kini tinggal di hunian sementara (huntara) di tanah milik orang setelah mendapatkan izin dari pemdes.
Kasi Trantib Kecamatan Pejagoan, Nur Cahyani mengatakan, kerugian akibat kejadian itu sekitar Rp25 juta.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Ambal Kebumen: Toko Pestisida Hangus, Polisi Ingatkan Bahaya Asap Kimia
Nur Cahyani mengatakan, pihaknya sebenarnya telah mengimbau warga agar tidak menggunakan lagi bangunan di tepi sungai.
Pasalnya, pernah terjadi longsor serupa pada 2019.
Pihaknya akan berupaya membantu terkait relokasi setelah pemilik rumah mendapatkan lokasi untuk mendirikan bangunan.
"Kemungkinan, kami mengusulkan untuk relokasi rumah ya, untuk bantuan di DPUPR," ungkapnya. (*)