Digiring ke Mobil Tahanan, Fadia Arafiq Bantah Kena OTT, Sang Adik Enggan Dikaitkan: Saya Gak Ngerti
Desi Triana Aswan March 04, 2026 09:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq membantah dengan tegas tudingan dirinya terlibat dalam kasus korupsi. 

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya tak terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fadia memastikan dirinya tidak terlibat dalam tindak kriminal. 

Dengan wajah yang dibalut kain, Fadia sambil berbicara ke awak media. 

Dirinya digiring ke mobil tahanan, namun Fadia memberikan komentarnya atas kasus yang kini menjeratnya. 

Dikutip dari Tribunnews.com, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring OTT KPK pada Selasa dini hari, 3 Maret 2026. 

Ia sempat diperiksa maraton sejak Selasa (3/3/2026). 

Baca juga: Karier Politik Fadia Arafiq Bupati Pekalongan, Dulu Populerkan Lagu Cik Cik Bum Bum, Terjaring OTT

Namun setelah pemeriksaan tersebut, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq ditetapkan sebagai tersangka. 

Ia akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Rabu (4/3/2026) siang.

Saat keluar, nampak kondisi dari orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut tak seperti biasanya. 

Fadia Arafiq turun dari lantai dua dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK.

Tak hanya itu, kepalanya tertunduk lesu. 

Ia juga menutupi wajahnya dengan sehelai selendang panjang. 

Fadia dijaga ketat dua petugas KPK dan aparat kepolisian. 

Fadia langsung digiring ke mobil tahanan. 

Dalam perjalanannya menuju mobil, Fadia pun membantah tuduhan terhadapnya. 

Meski telah mengenakan rompi tahanan, sebelum memasuki mobil, Fadia sempat memberikan pernyataan mengejutkan kepada awak media.

Dengan nada tegas, ia membantah telah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dan menampik adanya penyitaan uang darinya.

"Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apa pun yang diambil. Pada saat penangkapan atau mereka menggerebek ke rumah, saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah. Jadi saya tidak ada OTT apa pun, barang serupiah pun demi Allah nggak ada," ucap Fadia.

Ia menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat itu adalah untuk membahas izin ketidakhadirannya dalam acara MBG. Terkait dugaan cawe-cawe atau campur tangan dalam proyek pengadaan barang dan jasa (PBJ) penyediaan tenaga outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan yang menjeratnya, Fadia juga membantah keterlibatannya. Ia berdalih bahwa perusahaan yang mengikuti proyek tersebut bukanlah miliknya pribadi.

"Enggak, saya tidak ikut. Itu bukan punya saya, saya enggak pernah ikut. Itu perusahaan dari keluarga, bukan saya," kilahnya.

Di akhir keterangannya, Fadia mengaku kebingungan dengan status hukum yang disandangnya saat ini, terutama karena ia merasa tidak ada bukti uang yang disita dari dirinya maupun dari para kepala dinasnya.

"Makanya saya juga bingung, Mas. Saya enggak OTT kok, saya bingung. Mudah-mudahan semua... nanti siapa yang jahat akan dibalas oleh Allah," tuturnya.

Ia pun menegaskan akan segera berdiskusi dengan kuasa hukumnya untuk mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya, termasuk opsi mengajukan gugatan praperadilan. "Biarin aja kita ikuti sajalah," ujarnya pasrah.

Sebelum terjun ke dunia politik, Fadia Arafiq dikenal sebagai penyanyi yang populer dengan lagu berjudul Cik Cik Bum Bum. 

Ia diketahui merupakan putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq dan merupakan kakak dari artis Fairuz A Rafiq.

Adik Fadia Tak Ingin Dikaitkan

Sebelum ditangkap dalam OTT oleh KPK, Fadia menjabat sebagai Bupati Pekalongan periode 2021-2026. 

Sementara itu, Fairuz A Rafiq meminta keluarganya tak dikaitkan dengan kasus korupsi yang kini tengah menjerat sang kakak. 

 kini tengah disorot usai  Sebagai adik, Fairuz A Rafiq meminta keluarganya tak dikaitkan dengan kasus yang tengah menjerat sang kakak.

Fadia Arafiq diamankan KPK pada Selasa (3/3/2026) dinihari dalam OTT. Fadia ditangkap oleh tim penindakan KPK di Semarang, Jawa Tengah.

Bupati Pekalongan itu ditangkap bersama beberapa orang lainnya, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan. Penangkapan ini diduga terkait dengan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, khususnya pengkondisian proyek outsourching di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Pada Rabu (4/3/2026) hari ini, Fadia terlihat telah mengenakan rompi oranye tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih, Jakarta. Sementara itu, Fairuz A Rafiq meminta keluarganya tak dikaitkan dengan kasus yang tengah menimpa sang kakak.

Melansir Tribunnewsbogor.com, Fairuz A Rafiq meminta privasi keluarganya dijaga usai sang kakak, Fadia Arafiq, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fairuz meminta media tidak mengaitkan dirinya atau keluarganya secara langsung dalam kasus tersebut, mengingat dirinya pun mengaku belum sepenuhnya memahami duduk perkaranya.

"Biarkanlah keluarga saya fokus. Jangan dikait-kaitkan, yang saya aja tuh enggak paham dan enggak ngerti," pintanya saat ditemui di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026).

Meski demikian, Fairuz A Rafiq tetap menyampaikan rasa terima kasihnya kepada insan media yang selama ini telah memberikan dukungan dan doa kepada dirinya beserta keluarga.

"Terima kasih buat teman-teman media yang sudah selalu mendukung kami, selalu mendoakan. Insyaallah ini adalah cara Allah menyayangi kami juga," ujarnya.

(*)

(TribunnewsSultra.com/Desi Triana) (Grid.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.