Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Peristiwa tanah bergerak yang terjadi di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Rabu (4/3/2016), mengancam sedikitnya tujuh unit rumah warga. Retakan yang muncul sejak malam hari dilaporkan semakin melebar dan mendekati bangunan rumah.
Tiga rumah warga di RT 2, Dusun Lamasi yang terdampak langsung. Selain itu, empat rumah lainnya di Dusun Baulenu juga berada dalam ancaman karena letaknya berada di tepi tebing.
Penjabat Kepala Desa Manleten, Elias Mali, mengatakan pergerakan tanah terjadi di lebih dari satu dusun dalam wilayah desa Manleten.
"Di Dusun Lamasi B ada 3 unit rumah warga yang terancam dampak tanah bergerak. Selain itu, ada juga 4 rumah warga di Dusun Baulenu kondisi serupa dan lokasi mereka langsung dipinggir tebing," ujar dia, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Progres Pembangunan 208 Unit Koperasi Merah Putih di Belu-Malaka, 156 Sedang Dibangun
Ia menyatakan pihaknya telah melakukan pendataan serta dokumentasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Belu untuk penanganan lebih lanjut.
"Tadi pagi perangkat desa sudah ke lokasi dan dokumentasi. Kita sudah koordinasi dengan Pemkab dan sementara kita ada buat surat untuk kirim ke dinas terkait," pungkasnya. (gus)