Polisi Periksa Dua Saksi Terkait Kematian Peserta Perguruan Silat di Rantau Alai Ogan Ilir
tarso romli March 04, 2026 10:27 PM

 


SRIPOKU.COM, INDRALAYA — Kepolisian Resor (Polres) Ogan Ilir tengah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Alex Saputra (15), seorang murid perguruan silat di Rantau Alai Ogan Ilir.

Hingga saat ini, dua orang saksi yang merupakan sesama murid perguruan silat berinisial NP dan DK telah menjalani pemeriksaan.

Kasi Humas Polres Ogan Ilir AKP Herman Ansori, menjelaskan bahwa pemeriksaan para saksi dilakukan dengan pendampingan dari orang tua masing-masing karena status mereka yang masih di bawah umur.

"Saat ini masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi sebagai tindak lanjut atas laporan dugaan penganiayaan. Kasus ini ditangani oleh Satres PPA-PPO Polres Ogan Ilir," ujar Herman di Mapolres Ogan Ilir, Rabu (4/3/2026).

Selain kedua murid tersebut, polisi juga memanggil seorang bidan desa berinisial WW untuk dimintai keterangan.

Bidan tersebut diketahui merupakan pihak yang pertama kali melihat kondisi luka-luka pada tubuh korban.

"Dari keterangan para saksi ini, nantinya akan diketahui kronologi serta apa yang sebenarnya terjadi. Kami minta semua pihak menunggu prosesnya," tambah Herman.

Sebelumnya, salah seorang saksi berinisial NP memberikan pengakuan bahwa memang terjadi tindakan fisik terhadap korban saat latihan berlangsung.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari metode latihan di perguruan mereka.

"Alex diminta menahan napas, lalu dipukul di bagian leher, tangan, dan bahu. Memang seperti itu latihannya," ungkap NP.

NP juga mengaku bahwa dirinya turut menerima pukulan dalam latihan tersebut, namun intensitas yang dialami korban jauh lebih berat.

"Saya juga dipukul, tetapi yang dialami Alex lebih parah," pungkasnya.

Baca juga: Bank Sumsel Babel Rilis Kartu BSB Cash Edisi Khusus “Sumsel United” Seharga Rp25 Ribu

Baca juga: Jalan Titian Beton Ambles Sebabkan Warga Terjatuh, Masyarakat Minta Wako Bertindak

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.