Dua Kapal Pemprov NTT Karam di Alak, Wagub Johni Asadoma Sebut Kemungkinan Akan Dijual
Oby Lewanmeru March 05, 2026 12:19 AM

Dua Kapal Pemprov NTT Karam di Alak, Wagub Johni Asadoma Sebut Kemungkinan Dijual

.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Johni Asadoma, meninjau langsung dua kapal milik Pemerintah Provinsi NTT yang karam di pesisir pantai depan Gua Monyet, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Rabu (4/3/2026). 

Dua kapal feri tersebut yakni KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu, sebelumnya diparkir di Pelabuhan Hansisi, Semau. Namun akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah NTT beberapa hari terakhir, kedua kapal hanyut terbawa arus setelah jangkar putus, hingga akhirnya ditemukan karam di pesisir Alak pada Selasa (3/3/2026).

Cuaca buruk berupa hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi disebut menjadi faktor utama insiden tersebut. Johni menyebut, kehadirannya untuk melihat langsung aset Pemprov NTT itu. 

"Sebetulnya kapal ini diparkir di Hansisi, tetapi karena angin kencang beberapa hari kemarin yang mengakibatkan jangkar kapalnya putus di bawah arus sampai ke sini. Syukurnya kapal-kapal ini terdampar di pantai ini. Kalau sampai terbawa ke Samudra Hindia, mungkin kita sudah kehilangan jejak,” katanya.

Baca juga: Diterjang Cuaca Buruk, KMP Pulau Sabu dan KMP Sirung Terdampar di Perairan Alak

Dalam peninjauan itu, Wagub didampingi Kepala Dinas Perhubungan NTT Mahadin Sibarani, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT Alexon Lumba, serta sejumlah pejabat lingkup Setda Provinsi NTT.

Johni mengungkapkan, setelah kondisi cuaca kembali normal, pihaknya akan melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi kedua kapal tersebut.

Evaluasi dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah kapal masih layak dioperasikan, disewakan kepada pihak ketiga, atau bahkan dilelang.

“Kalau laut sudah tenang dan tidak ada badai lagi, kita akan lakukan asesmen. Kita lihat apakah kapal ini masih bisa dioperasikan lagi, atau bisa saja kita sewakan ke pihak ketiga bahkan dijual, karena kondisi kapal sudah cukup parah. Lambung kapal sendiri sudah bocor dan ada banyak kerusakan lainnya,” ujarnya.

Mantan Kapolda NTT itu menegaskan, jika nantinya kapal-kapal tersebut dapat disewakan atau dilelang, hasilnya akan menjadi kontribusi bagi pendapatan daerah. 

Anggaran yang diperoleh, menurutnya, akan difokuskan untuk membiayai program-program prioritas Pemerintah Provinsi NTT, terutama yang menyentuh pelayanan dasar masyarakat seperti pengentasan kemiskinan dan stunting.

Selain KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu, Pemprov NTT juga tercatat memiliki tiga kapal lainnya, yakni Baswara 1, Baswara 2, dan Kapal Sasando.

“Tentu nanti akan kita upayakan, jika ada pihak ketiga yang mau kelola baik melalui skema sewa atau beli. Anggaran yang kita peroleh akan kita maksimalkan untuk program-program prioritas,” katanya. (fan) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.