Dekranasda Tomohon Temui DPRD, Perjuangkan Perda Dan Penguatan Batik Lokal 
Chintya Rantung March 05, 2026 12:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tomohon melakukan audiensi dengan DPRD Kota Tomohon, Selasa (3/3/2026), di ruang rapat DPRD. 

Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Umum Dekranasda Jean d’Arc Senduk Karundeng dan diterima Ketua Komisi III DPRD Maria H. Pijoh bersama jajaran anggota komisi.

Dalam pertemuan itu, Dekranasda memaparkan capaian program periode 2020–2025 sekaligus merinci arah kebijakan lima tahun mendatang. 

Fokus utama yang didorong yakni penguatan sektor kerajinan serta pengembangan Batik Tomohon sebagai identitas khas daerah.

Jean d’Arc menjelaskan, selama lima tahun terakhir pihaknya telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap pelaku UMKM di Tomohon, mulai dari pengrajin bambu, batik, hingga berbagai produk kriya lainnya. 

Beragam pelatihan peningkatan kapasitas juga digelar, termasuk membuka akses promosi lewat sejumlah event daerah.

“Salah satu langkah awal membangun karakter Batik Tomohon adalah lomba desain batik yang kami selenggarakan bersama PKK. Harapannya lahir motif yang benar-benar merepresentasikan budaya dan potensi lokal,” ungkapnya.

Saat ini, pelatihan membatik tengah berlangsung di Michino Eki Pakewa. Minat masyarakat disebut cukup tinggi, meski masih dihadapkan pada keterbatasan anggaran. 

Kaum ibu dan generasi muda dinilai memiliki potensi besar mengembangkan usaha rumahan berbasis batik.

Kedepan, Dekranasda bersama PKK berencana memperluas pelatihan hingga menjangkau desa-desa. 

Targetnya, terbentuk sentra produksi Batik Tomohon yang mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal sekaligus menjadi cendera mata khas bagi wisatawan.

Tak hanya itu, Dekranasda juga mengusulkan kebijakan penggunaan Batik Tomohon setiap hari Jumat bagi ASN dan pelajar. 

Kebijakan tersebut dinilai strategis untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap produk daerah sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi pengrajin.

Ketua Komisi III DPRD Tomohon Maria H. Pijoh, didampingi anggota Syaloom Mokorimbam, Rocky A. Polii, dan Veybie Simbar, menyatakan dukungan terhadap program tersebut. 

DPRD, kata dia, siap mengawal pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Batik Tomohon sebagai dasar hukum pengembangan dan pelestarian batik lokal.

Menurut Pijoh, upaya membudayakan Batik Tomohon bukan semata soal ekonomi, tetapi juga penguatan identitas daerah dan dukungan terhadap sektor pariwisata. 

Dengan produk unggulan yang jelas, Tomohon diharapkan memiliki suvenir resmi bagi tamu maupun wisatawan.

Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Wali Kota Caroll Senduk menjadikan Tomohon sebagai Kota Pariwisata Dunia, di mana ekonomi kreatif dan kerajinan lokal menjadi pilar pendukung utama.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum Dekranasda turut didampingi Sekretaris Jacqualin Mangulu, Bendahara Maria Pijoh, serta para koordinator bidang Julya Moningka, Habelana Lucia Goni, Harriet Marzan, Grace O. Nelwan, Yelliy Mongdong, dan Sheila Sampul. (Pet) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.