Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Manajemen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nunang Antara akhirnya memberikan klarifikasi terkait antrean panjang kendaraan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Aceh Tengah.
Baca juga: Isu Kelangkaan BBM Picu Panic Buying, SPBU di Takengon Diserbu Warga
Supervisor (SVP) SPBU Nunang Antara, Sandi Iswara Pratama, mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu dan tetap tenang menyikapi kabar yang beredar mengenai potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
“Untuk sekarang ini, saya sarankan tidak perlu panik. Karena kan kita belum ada informasi yang jelas dari pemerintah bahwasan kita aman atau tidak. Kita tunggu nanti, dan kita percaya kepada pemerintah saja,” ujar Sandi kepada TribunGayo.com, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, kekhawatiran warga dipicu oleh informasi yang beredar bahwa terjadi kelangkaan BBM di media sosial.
Terkait ketersediaan stok saat ini, Sandi menjelaskan untuk saat ini SPBU Nunang Antara hanya memiliki Pertalite dan Dexlite.
Sementara untuk solar masih dalam kondisi kosong dan dijadwalkan masuk dalam beberapa hari ke depan.
“Untuk solar sendiri, untuk sekarang kosong, besok mungkin baru masuk,” jelasnya.
Baca juga: Wakil Ketua DPR RI Diskusi dengan Presiden, Bahas Kesiapan Kebutuhan Pokok, BBM & LPG Jelang Lebaran
Ia memaparkan, pasokan Pertalite yang masuk mencapai 24.000 liter setiap hari.
Sedangkan untuk Pertamax, pengiriman dilakukan bertahap selama beberapa tangki per minggunya.
“Pertalite ini kita masuknya 24.000 liter. Tapi Pertamax ini paling masuk tiga kali seminggu, cuma delapan ton yang masuk,” ujarnya.
Terkait pengisian, pihak SPBU memastikan pelayanan tetap berjalan normal.
Untuk Pertalite, kendaraan roda dua dan roda empat diperbolehkan mengisi penuh sesuai kapasitas tangki.
“Kalau Pertalite untuk kendaraan roda dua, roda empat full,” katanya.
Sementara untuk Pertamax, diberlakukan pembatasan maksimal 25 liter per kendaraan roda empat, sedangkan kendaraan roda dua dapat mengisi sesuai kapasitas tangki atau tidak dibatasi.
Adapun pembelian menggunakan jerigen dibatasi maksimal lima liter per orang guna mencegah penimbunan.
“Kalau masyarakat minta jerigen, kita kasih lima liter saja,” tegasnya.
Dalam bulan Ramadan, operasional SPBU juga menyesuaikan jadwal pelayanan.
SPBU buka pukul 18.10 WIB hingga 18.45 WIB setelah berbuka puasa kemudian kembali buka 21.15 WIB, dan dilanjutkan hingga pukul 23.00 WIB.
Setelah itu, pelayanan kembali dibuka pada pukul 06.00 WIB keesokan harinya.
Pihak manajemen berharap masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap menunggu informasi resmi dari pemerintah terkait kondisi distribusi BBM di daerah tersebut. (*)
Baca juga: Pertashop di Aceh Tengah Kerap Tutup, Warga Keluhkan Pasokan BBM Tak Kunjung Normal