Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat mengantre panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di pusat Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (4/3/2026).
Antrean terlihat mengular sejak sore hingga malam hari dan belum menunjukkan tanda-tanda berkurang.
Pantauan di SPBU Nunang Antara, kendaraan memadati area SPBU hingga meluber ke badan jalan.
SPBU tersebut baru mulai beroperasi sekitar pukul 21.15 WIB, namun antrean tetap panjang.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Kemili dan SPBU Paya Ilang.
Di SPBU Paya Ilang hanya tersedia BBM subsidi jenis solar, sedangkan di SPBU Nunang Antara dan SPBU Kemili hanya tersedia Pertalite dan Dexlite tanpa stok solar.
Antrean panjang ini diduga dipicu aksi panic buying menyusul informasi yang beredar terkait potensi kelangkaan BBM dampak konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika.
Isu tersebut menguat setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa ketersediaan BBM nasional disebut hanya cukup untuk 20 hari ke depan pada Senin (2/3/2026) lalu.
Sejumlah warga mengaku terpaksa menunda aktivitas ibadah demi memastikan kendaraan mereka tetap memiliki bahan bakar di tengah kekhawatiran akan kelangkaan BBM.
“Kami terpaksa tidak ikut tarawih malam ini karena harus antre BBM. Dari sore sudah di sini, takut nanti kehabisan kalau benar-benar langka seperti waktu bebcana,” ujar Rahmawati salah seorang ibu rumah tangga yang mengantre di SPBU Nunang Antara, Rabu (4/3/2026).
Menanggapi situasi tersebut, Supervisor (SVP) SPBU Nunang Antara, Sandi Iswara Pratama, mengimbau masyarakat agar tidak panik.
“Untuk sekarang ini, saya sarankan tidak perlu panik. Karena kan kita belum ada informasi yang jelas dari pemerintah bahwa kita aman atau tidak. Kita tunggu nanti, dan kita percaya kepada pemerintah saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini stok yang tersedia di SPBU Nunang Antara hanya Pertalite dan Dexlite.
Pengisian dilakukan sesuai kapasitas tangki kendaraan, sementara pembelian menggunakan jerigen dibatasi maksimal lima liter.
Hingga malam hari, antrean kendaraan masih terlihat mengular di tiga SPBU tersebut, sementara masyarakat berharap distribusi BBM di Aceh Tengah tetap berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan. (*)