Driver Ojol Ciamis Berharap Bonus Hari Raya Cair H-7 Lebaran, Minta Nominal Setara UMR
Kemal Setia Permana March 05, 2026 01:11 AM

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Para driver ojek online (ojol) di Kabupaten Ciamis menaruh harapan besar terhadap pencairan Bonus Hari Raya (BHR) dari aplikator tahun ini.

Salah satunya disampaikan Tedi Setiadi, driver ojol asal Ciamis.

Tedi berharap pencairan BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Lebaran, seperti pola tahun sebelumnya.

“Kalau untuk waktunya mungkin sewajarnya H-7, seperti tahun kemarin,” ujar Tedi saat ditemui di Ciamis, Rabu (4/3/2026).

Tak hanya soal waktu, Tedi juga berharap nominal BHR tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu. 

Bahkan, ia secara terbuka menyampaikan harapannya agar besarannya bisa setara satu kali Upah Minimum Regional (UMR) Ciamis.

Baca juga: Termasuk Pemain Persib, Ini Daftar 6 Pemain yang Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Series

“Harapan saya untuk nominal satu kali UMR Ciamis. Alhamdulillah cukup untuk kebutuhan Lebaran,” katanya.

Selain nominal, Tedi juga menyoroti persoalan pemerataan. Ia meminta agar tidak terjadi lagi kasus salah sasaran seperti yang disebutnya sempat terjadi tahun lalu.

“Jangan sampai driver yang sudah tidak aktif masih menerima, sedangkan yang aktif justru tidak menerima. Tahun kemarin ada yang seperti itu,” ungkapnya.

Menurutnya, transparansi dan validasi data driver aktif harus menjadi perhatian utama pihak aplikator seperti Grab dan Gojek.

Terkait teknis pembagian, Tedi menjelaskan bahwa tahun lalu pencairan dilakukan melalui e-wallet masing-masing aplikasi, sehingga relatif mudah dan praktis.

Namun untuk besaran nominal, ia memahami bahwa perhitungannya didasarkan pada akumulasi kinerja.

“Kalau besar kecilnya itu tergantung akumulasi orderan. Harapannya dirata-ratakan satu tahun, jangan hanya melihat saat bulan puasa saja,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada bulan Ramadan biasanya orderan justru cenderung sepi, sehingga jika hanya dihitung dari performa bulan tersebut, banyak driver yang levelnya turun dan berdampak pada kecilnya BHR yang diterima.

“Level tiap aplikator beda-beda, khususnya di Grab banyak yang turun. Jadi aplikator harus melihat kinerja satu tahun penuh sebelum BHR diterima,” tegasnya.

Baca juga: Bobotoh Sempat Kawatir Sepupu Pemain Liverpool Tak Bisa Main Lawan Persik, Tapi Ada Kabar Baik

Tedi mengaku sebenarnya memiliki akun di enam aplikasi, meski tidak semuanya aktif digunakan. 

Beberapa di antaranya Grab, Shopeefood, Maxim, Indrive, Tetanggaku, hingga aplikasi baru bernama Whuush.

Untuk tahun lalu, ia hanya menerima BHR dari Shopee sebesar Rp50.000. 

Sementara dari aplikasi lain, seperti Grab dia menerima Rp400 ribu.

Dengan berbagai dinamika tersebut, Tedi berharap tahun ini kebijakan BHR lebih adil, transparan, dan berpihak kepada driver aktif yang menggantungkan penghasilan harian dari orderan aplikasi.

“Intinya kami berharap ada perhatian lebih untuk driver yang memang aktif bekerja setiap hari,” pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.