Tiga SD di Majalengka Tolak Paket MBG, Menu Tak Layak Kerap Dikeluhkan Murid dan Orantua
Kemal Setia Permana March 05, 2026 09:11 AM

Laporan Adim Mubaroq 

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA – Tiga sekolah dasar di Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka menolak penyaluran paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (4/3/2026). 

Penolakan dilakukan setelah pihak sekolah menerima berbagai keluhan dari murid dan orangtua terkait menu serta porsi makanan yang dibagikan selama Ramadhan.

Salah seorang guru, Feri, mengatakan sejak awal Ramadan paket MBG yang diterima siswa kerap mendapat sorotan.

Menurut Feri pihak sekolah sebenarnya sudah memberikan masukan kepada dapur penyalur, namun belum ada perubahan pada menu maupun penyajiannya.

"Hari ini kami sepakat untuk tidak menerima paket MBG. Paket itu dibawa kembali oleh pihak driver," kata Feri.

Baca juga: Pemkot Cirebon Pastikan Stok Sembako Aman Jelang Lebaran, Sidak Pasar Segera Digelar

Ia menjelaskan di Desa Sutawangi terdapat tiga sekolah dasar yang sepakat untuk sementara tidak menerima paket MBG.

"SDN 1, 2, dan SDN 4 Sutawangi sepakat tidak menerima dahulu paket MBG," ujarnya. 

Ketiga sekolah tersebut diketahui mendapatkan pasokan MBG dari dapur yang sama, yakni salah satu dapur di Desa Andir. Menurut Feri, penolakan dilakukan sampai ada perbaikan dari pihak penyedia dapur.

"Sampai ada evaluasi, perbaikan," kata dia.

Keluhan terhadap paket MBG itu muncul sejak hari pertama masuk sekolah pada bulan Ramadhan. Sorotan terutama datang dari orang tua siswa yang menilai menu makanan tidak lagi layak saat dikonsumsi saat waktu berbuka.

"Ada nugget yang sudah tidak fresh, berbau. Ada puding yang sudah mencair. Ini mungkin kalau disantapnya siang hari, masih enak. Tapi kan anak-anak puasa, jadi mau disantapnya pas buka dan kondisinya sudah tidak layak. Banyak orang tua yang menyampaikan itu," ungkap dia.

Baca juga: Termasuk Pemain Persib, Ini Daftar 6 Pemain yang Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Series

Selain kualitas makanan, wali murid juga menyoroti kesamaan porsi makanan yang diterima siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Menurut Feri, sepengetahuannya terdapat perbedaan porsi bagi siswa sesuai jenjang kelas.

"Kan informasinya teh, untuk bayi sampai Kelas 3 SD, itu anggaran Rp8 ribu, dengan jumlah menu tiga item. Untuk kelas 4 sampai kelas 6, itu Rp10 ribu, isi empat item. Kalau ini mah, sama aja, dari kelas 1 sampai kelas 6 disamaratakan," ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.