Harga Emas Hari Ini Kamis 5 Maret 2026 Antam, Galeri 24 dan UBS Fluktuasi Kembali Turun Harga
Hilda Rubiah March 05, 2026 09:11 AM

TRIBUNJABAR.ID - Berikut inilah daftar harga emas hari ini Selasa 3 Maret 2026, dari Antam, Galeri 24 hingga UBS.
 
Dilansir dari laman resmi Pegadaian dan Galeri 24 pada Kamis (5/3/2026) pagi, harga emas hari ini fluktuasi kembali melandai.

Fluktuasi harga merupakan perubahan harga yang naik atau turun secara tidak tetap (naik-turun) dalam jangka waktu tertentu.

Pada awal Maret 2026, harga emas tiga merek Antam, Galeri 24 dan UBS kompak mengalami kenaikan harga cukup signifikan tembus Rp 3 juta per gram.

Kini, ketiga mereka emas tersebut kembali melandai turun harga.

Baca juga: Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Kamis 5 Maret 2026 Se-Indonesia, Cek Harga Pertamax Masih Naik

Per hari ini misalnya untuk harga emas Antam sebelumnya tembus Rp 3,3 jutaan per gram kini turun Rp 3,2 juta per gram

Begitu juga dengan emas Galeri 24 dan UBS yang sebelumnya tembus Rp 3,1 jutaan per gram, namun kini kembali turun harga.

Kenaikan harga emas Galeri 24 dan UBS ini pun terus merangkak naik menyusul harga emas Antam.

Untuk diketahui naik atau turunnya harga emas dipengaruhi fluktuasi harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar, serta dinamika permintaan pasar domestik atau tinggi-rendahnya peminat.

Kenaikan dan penurunan harga emas ini perlahan tapi kenaikan harganya pasti dalam jangka panjang konsisten.

Berikut simak selengkapnya daftar harga emas hari ini Kamis 5 Maret 2026 dilansir dari laman resmi Pegadaian dan Galeri 24. 

Harga emas Galeri 24

0,5 gram: Rp1.613.000
1 gram: Rp3.075.000
2 gram: Rp6.077.000
5 gram: Rp15.081.000
10 gram: Rp30.082.000
25 gram: Rp74.801.000
50 gram: Rp149.483.000
100 gram: Rp298.819.000
250 gram: Rp745.211.000
500 gram: Rp1.490.421.000
1.000 gram: Rp2.980.842.000

Harga emas Antam

0.5 gram Rp1.699.000
1 gram Rp3.289.000
2 gram Rp6.513.000
3 gram Rp9.742.000
5 gram Rp16.199.000
10 gram Rp32.341.000
25 gram Rp80.716.000
50 gram Rp161.347.000
100 gram Rp322.609.000
250 gram Rp806.237.000
500 gram Rp1.612.246.000
1000 gram Rp3.224.448.000

Harga emas UBS

0,5 gram: Rp1.670.000
1 gram: Rp3.091.000
2 gram: Rp6.133.000
5 gram: Rp15.154.000
10 gram: Rp30.150.000
25 gram: Rp75.226.000
50 gram: Rp150.144.000
100 gram: Rp300.169.000
250 gram: Rp750.199.000
500 gram: Rp1.498.637.000

Baca juga: Dampak Perang Iran Bagi Indonesia, Pengamat: Ekonomi Terancam, Jalur Minyak Terganggu

Konflik Geopolitik Diprediksi Picu Kenaikan Harga Emas

Ketegangan geopolitik global yang dipicu perang antara Amerika Serikat (AS) - Israel dengan Iran di Timur Tengah yang terjadi belakangan ini berpotensi memicu kenaikan harga emas dunia.

Dosen sekaligus pengamat ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, menjelaskan bahwa dalam situasi perang atau konflik, investor cenderung memindahkan dananya ke emas karena dianggap sebagai aset aman (safe haven).

Aset aman atau safe haven adalah aset yang dianggap relatif aman dan cenderung bertahan atau naik nilainya saat kondisi ekonomi atau politik sedang tidak stabil.

“Dalam kondisi ketidakpastian seperti perang, investor biasanya mencari aset yang relatif aman. Emas menjadi pilihan sehingga harganya terdorong naik signifikan,” ujarnya, Selasa (4/3/2026).

Ia menyebut, saat ini emas sedang mengalami reli besar atau kenaikan tajam dalam waktu relatif singkat. Bahkan, harga emas dunia sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di pasar global.

Dia memproyeksikan, harga emas berpotensi menembus 5.000 hingga 6.300 dolar AS per ounce pada akhir 2026 jika konflik berkepanjangan.

Sebagai gambaran, 1 ounce setara sekitar 31,1 gram. 

Jika harga emas mencapai 5.000 dolar AS per ounce, maka per gramnya sekitar 160 dolar AS.

Apabila dikonversikan ke rupiah, misalnya dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS, maka harganya sekitar Rp2,5 juta per gram.

"Artinya, untuk emas batangan 10 gram bisa berada di kisaran Rp 25 juta. Jika harga global mencapai 6.000 dolar AS per ounce, nilainya bisa lebih tinggi lagi." 

Rizaldy menambahkan, dalam beberapa skenario ekstrem dan jika nilai tukar rupiah melemah, harga emas domestik berpotensi melonjak lebih tinggi.

Meski proyeksinya cukup optimistis, ia mengingatkan bahwa kenaikan harga emas tidak selalu berlangsung lurus tanpa hambatan.

“Jika tensi geopolitik berkepanjangan dan dolar relatif melemah, harga emas bisa melanjutkan kenaikan ke level psikologis baru. Namun pergerakannya tidak selalu linear dan tetap berisiko koreksi,” katanya.

Ia menambahkan, investor tetap perlu memperhatikan faktor lain seperti kebijakan suku bunga global, inflasi, dan nilai tukar dolar AS sebelum mengambil keputusan investasi. 

Konflik AS-Israel Vs Iran

Perang di Timur Tengah yang terjadi saat ini melibatkan tiga negara yaitu Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini menyebakan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa petinggi militer Iran tewas.

Atas serangan tersebut, Iran melakukan serangan balasan ke Israel dan sejumlah pangkalan militer dan asset AS yang berada di sejumlah negara Teluk, Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Setelah menyerang pangkalan militer AS di Arab Saudi, Iran memperluas serangan balasan dengan menargetkan fasilitas AS yang berada di Timur Tengah. Pemerintah Arab Saudi menyatakan pada Selasa (3/3/2026) pagi Kedutaan Besar AS di Riyadh diserang dua drone, sehingga menyebabkan kebakaran terbatas dan kerusakan kecil. 

Sejumlah negara meminta warganya keluar dari Arab Saudi. Namun, hal itu tidak mudah dilakukan karena sebagian besar wilayah udara ditutup dan banyak terjebak. (*) 

(Tribunjabar.id/Hilda Rubiah/Nappisah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.