BMKG: Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang dan Kering
M Syofri Kurniawan March 05, 2026 09:12 AM

Musim kemarau 2026 diperkirakan akan datang lebih awal di banyak wilayah dan berlangsung lebih panjang dari kondisi normal. 

Sebagian besar daerah juga diperkirakan mengalami kemarau yang lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis. 

Hal itu disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan lembaganya secara rutin menyampaikan informasi iklim untuk mendukung berbagai sektor pembangunan.

Produk informasi tersebut meliputi prediksi hujan bulanan, buletin iklim, prediksi musim hujan dan kemarau, hingga berbagai layanan iklim sektoral lainnya.

Awal kemarau datang lebih cepat

BMKG mencatat, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026.

Sebanyak 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen dari total 699 zona musim diperkirakan sudah memasuki kemarau pada April 2026.

"Awal musim kemarau bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April yaitu ada 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen dari seluruh zona musim yang ada di Indonesia sejumlah 699," kata Teuku dalam konferensi pers dikutip dari Kompas TV, Rabu (4/3/2026).

Kemudian pada Mei 2026, sebanyak 184 zona musim atau 26,3 persen wilayah akan menyusul masuk musim kemarau.

Sementara pada Juni 2026, sebanyak 163 zona musim atau 23,3 persen wilayah diprediksi mulai mengalami kemarau.

Teuku menjelaskan, awal musim kemarau umumnya akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, lalu bergerak secara bertahap ke arah barat hingga mencakup wilayah Indonesia lainnya.

Jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis periode 1991-2020, sebanyak 325 zona musim atau 46,5 persen wilayah diprediksi mengalami awal musim kemarau yang lebih maju dari normal.

Sementara 173 zona musim atau 23,7 persen diperkirakan mengalami awal musim kemarau yang relatif sama dengan kondisi normalnya.

Lebih kering dari biasanya

Tak hanya datang lebih cepat, sifat musim kemarau 2026 juga diperkirakan lebih kering.

BMKG memprediksi akumulasi curah hujan selama periode kemarau di 451 zona musim atau sekitar 46,5 persen wilayah berada pada kategori bawah normal.

"Akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia yaitu di 451 zona musim atau 46,5 persen dari seluruh zona musim diprediksi pada kategori bawah normal atau mudahnya lebih kering dari biasanya," jelas Teuku.

Puncak kemarau pada Agustus 2026

Untuk puncak musim kemarau, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalaminya pada Agustus 2026.

Tercatat 429 zona musim atau sekitar 61,4 persen wilayah akan mencapai puncak kemarau pada bulan tersebut.

Jika dibandingkan dengan kondisi normal, sebanyak 410 zona musim atau 58,7 persen diperkirakan mengalami puncak kemarau yang lebih awal dari biasanya.

Sementara 142 zona musim atau 20,3 persen diprediksi memiliki puncak kemarau yang waktunya relatif sama dengan rata-rata klimatologis.

Durasi lebih panjang

Namun yang perlu menjadi perhatian, menurut Teuku, adalah durasi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dari biasanya.

Sebanyak 400 zona musim atau 57,2 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau dengan durasi lebih lama dibandingkan normal.

“Ini perlu dicatat bahwa musim kemarau yang akan kita hadapi di tahun 2026 itu akan lebih panjang dari normalnya," terang Teuku.

BMKG berharap informasi prediksi musim kemarau 2026 ini dapat menjadi panduan umum bagi para pemangku kepentingan dalam menetapkan langkah mitigasi dan antisipasi.

"Kami berharap informasi prediksi musim kemarau 2026 ini dapat menjadi panduan umum dalam penetapan perencanaan langkah mitigasi dan antisipasi serta kebijakan jangka panjang bagi berbagai sektor yang terdampak iklim," ungkapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.