Beda Keterangan OTT KPK: Fadia Arafiq Ngaku sedang Bersama Ahmad Luthfi, Gubernur Jateng Membantah
Sri Juliati March 05, 2026 09:36 AM

TRIBUNNEWS.COM - Keterangan berbeda terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang dari Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi.

Fadia Arafiq dalam keterangan pers saat keluar dari gedung KPK Jakarta, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 12.13 WIB, mengaku sedang bersama Ahmad Luthfi saat terjadinya OTT KPK.

Ia sebelumnya ditangkap saat berada di sebuah hotel Kota Semarang Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

Berdasarkan pengakuan Fadia Arafiq, ia sedang membahas ketidak hadirannya dalam sebuah acara bersama Ahmad Luthfi.

"Enggak membahas izin, (hanya membahas) sebab saya enggak bisa hadir acara MBG (Makan Bergizi Gratis) gitu," jelasnya kepada Tribunnews.com. 

Fadia Arafiq melanjutkan, tidak ada sepeser uang pun yang diamankan saat penangkapan dirinya.

Sehingga dia menyimpulkan tidak ada kegiatan OTT KPK.

"Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apa pun yang diambil. Dan pada saat penangkapan saya, apa mereka menggerebek ke rumah?"

"Saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah. Jadi saya tidak ada OTT apa pun, barang serupiah pun, demi Allah enggak ada," tegasnya.

Baca juga: KPK Jerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dengan Pasal 12 Huruf i, Ini Penjelasannya

Fadia Arafiq menuding ada sosok jahat yang membuatnya ditangkap oleh KPK.

Oleh karenanya, ia berdoa agar orang itu dibalas oleh Allah karena perbuatannya.

"Makanya saya juga bingung, saya enggak OTT kok. Ya saya kan akan diskusi dengan pengacara, karena saya demi Allah tidak ada OTT serupiah pun, tidak ada."

"Kepala dinas saya pun tidak ada. Nanti siapa yang jahat akan dibalas oleh Allah," lanjutnya.

Ditanya soal kasus yang menyeret dirinya, Fadia Arafiq menegaskan perusahaan yang terlibat pengadaan bukan miliknya.

Namun, perusahaan tersebut milik keluarga.

Sehingga dirinya tidak ikut dalam  pengadaan barang dan jasa (PBJ), khususnya terkait penyediaan tenaga alih daya (outsourcing) di lingkungan Pemkab Pekalongan.

"Enggak, saya tidak ikut. Itu bukan punya saya, saya enggak pernah ikut. Itu perusahaan dari keluarga, bukan saya," tandasnya.

Ahmad Luthfi Membantah

PENGUATAN SATU DATA - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi teken kerja sama dengan BPS RI untuk penguatan Satu Data Indonesia. Jateng jadi pilot project pengumpulan data investasi, industri, dan pertanian.
PENGUATAN SATU DATA - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi teken kerja sama dengan BPS RI untuk penguatan Satu Data Indonesia. Jateng jadi pilot project pengumpulan data investasi, industri, dan pertanian. (istimewa)

Ahmad Luthfi dalam kesempatan berbeda dengan tegas membantah sedang bersama Fadia Arafiq saat OTT KPK terjadi.

Bahkan, ia mengaku tidak mengetahui terkait kasus yang menjerat Bupati Lamongan.

"La yang nuding siapa? Ditangkapnya (Fadia Arafiq) kita saja ndak ada yang tahu," katanya, dikutip dari TribunJateng.com.

Namun di sisi lain, Ahmad Luthfi mengaku sempat bertemu dengan Fadia Arafiq pada Senin, 2 Maret malam.

Baca juga: Ditahan KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Bawa-bawa Nama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

Pertemuan membahas rapat MBG tersebut berlangsung sehari sebelum adanya OTT KPK.

Tidak hanya berdua, pertemuan yang digelar di rumah pribadi Gubernur Jateng turut dihadiri Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, dan Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani.

Ahmad Luthfi membeberkan, rapat MBG diadakan di Gedung Gradika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, pada Selasa (3/3/2026).

"Memang malam (Senin, 2 Maret) ada Bupati Pekalongan (Fadia Arafiq) ke rumah karena kan besok (Selasa, 3 Maret) pagi ada rapat MBG," tungkasnya.

KPK Tangkap Fadia Arafiq saat Isi Mobil Listrik

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu membeberkan kronologi penangkapan Fadia Arafiq.

Penyidik KPK sudah mulai melakukan pelacakan keberadaan Bupati Pekalongan itu sejak Selasa (3/3/2026) malam.

Hampir saja lembaga anti rasuah itu kehilangan Fadia Arafiq.

Asep menyebut ada faktor keberuntungan dalam OTT kali ini.

Berbekal identitas mobil yang dipakai target, akhirnya Fadia Arafiq bisa ditangkap.

Baca juga: KPK Resmi Tetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai Tersangka Korupsi Pengadaan Outsourcing

"Hampir kehilangan yang bersangkutan. Ketika sampai ke Semarang, itu semacam keberuntungan lah."

"Dicari ternyata mobil listrik ada lagi di-charge, lagi diisi. Nah di situ (SPKLU) ketemunya," kata Asep, dikutip dari Kompas.com.

Secara tidak langsung, pernyataan KPK ini memperkuat klaim Ahmad Luthfi.

Bahwa Fadia Arafiq terjaring OTT tidak sedang bersama Gubernur Jateng.

(Tribunnews.com/Endra/Ilham) (TribunJateng.com/Achiar M Permana)(Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.