WARTAKOTALIVE.COM — Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah sebuah pesawat penumpang milik maskapai IranAir dilaporkan hancur akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel dalam operasi militer bertajuk Epic Fury.
Serangan tersebut terjadi di Bandara Bushehr, wilayah selatan Iran, pada Kamis (5/3).
Informasi mengenai insiden itu pertama kali disampaikan melalui akun resmi Kedutaan Besar Iran di Tokyo.
Dalam pernyataannya, kedutaan menyebut pesawat jenis Airbus A319 milik IranAir menjadi sasaran serangan dalam operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
“Sebuah pesawat penumpang IranAir Airbus 319 menjadi sasaran serangan rezim Amerika-Israel hari ini di Bandara Bushehr di Iran selatan,” tulis akun Kedutaan Besar Iran di Tokyo dalam unggahan yang dikutip pada Kamis.
Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam serangan yang menghantam kawasan bandara tersebut.
Otoritas Iran juga belum memberikan keterangan rinci mengenai kondisi bandara maupun status operasional penerbangan setelah insiden tersebut.
Salah satunya terjadi di sekitar Bandara Mehrabad di Teheran, yang selama ini menjadi salah satu bandara domestik utama di ibu kota Iran.
Dalam laporannya, Mehr menyebut area sekitar bandara di bagian barat Teheran menjadi target serangan yang diduga dilakukan oleh kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel.
Serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran merupakan bagian dari operasi militer bersama Amerika Serikat dan Israel yang dimulai sejak Minggu (28/2) dengan sandi operasi Epic Fury.
Dalam operasi itu, kedua negara dilaporkan melancarkan serangan besar-besaran menggunakan berbagai jenis persenjataan modern.
Serangan dilakukan dengan meluncurkan rudal balistik dan rudal jelajah Tomahawk dari kapal-kapal perang yang beroperasi di Teluk Persia.
Selain itu, serangan udara juga dilaporkan melibatkan jet tempur generasi kelima, termasuk F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.
Konflik tersebut semakin memanas setelah serangan dalam operasi itu dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kematian tokoh tertinggi di Republik Islam Iran itu memicu eskalasi tajam dalam konflik yang sebelumnya sudah berlangsung tegang antara Iran dan blok Barat.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan ke berbagai target yang diduga berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya.
Serangan itu dilakukan menggunakan rudal serta drone tempur, termasuk drone kamikaze Shahed yang selama ini menjadi salah satu andalan arsenal militer Iran.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah pun semakin tidak menentu.
Sejumlah negara di kawasan mulai meningkatkan kewaspadaan militer dan memperketat keamanan di fasilitas vital, termasuk bandara serta instalasi energi, guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya konflik bersenjata di wilayah tersebut.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait laporan serangan terhadap pesawat penumpang IranAir di Bandara Bushehr.