TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 191 kejadian angin puting beliung yang mengakibatkan puluhan pohon tumbang serta kerusakan rumah warga.
Diketaui, kejadian itu berlangsung pada Rabu (4/3/2026) dan evakuasi pohon tumbang terpantau di sejumlah ruas jalan, Kamis (5/3).
Berdasarkan laporan sementara BPBD per Kamis (5/3), tercatat 86 pohon tumbang dan 105 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat.
Selain itu, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: "Allahu Akbar" Jerit Cucum saat Melihat 2 Labu Siam yang Membuat Kakaknya Dihajar hingga Meninggal
Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, mengatakan dampak bencana terjadi hampir di seluruh wilayah kota.
"Ya, jadi kalau berbicara yang terparah mana, salah satunya di wilayah Ngaliyan. Kemudian ini memang secara masif merata, termasuk di wilayah Semarang Utara. Banyak rumah yang atapnya rusak, kemudian ada juga pohon yang menimpa rumah," jelas Endro kepada Tribun Jateng.
Endro memaparkan, kuatnya angin yang terjadi saat hujan deras membuat kerusakan tidak hanya terjadi di satu kawasan, tetapi menyebar di berbagai kecamatan.
"Jadi memang relatif merata kemarin karena terutama angin ini hampir terjadi di wilayah Kota Semarang, baik wilayah atas maupun wilayah bawah," terangnya.
Dia menyebutkan, sejumlah kecamatan yang terdampak antara lain Semarang Utara, Semarang Barat, Semarang Selatan, Semarang Timur, Tembalang, Ngaliyan, Gayamsari, Gajahmungkur, hingga Candisari.
Kerusakan yang dilaporkan didominasi atap rumah beterbangan, genteng rusak, serta pohon tumbang yang menutup jalan maupun menimpa bangunan.
Menurutnya, BPBD Kota Semarang bersama sejumlah instansi terkait seperti Disperkim, PLN, serta relawan kebencanaan langsung melakukan penanganan di lapangan.
Petugas melakukan asesmen kerusakan, pemasangan terpal pada rumah terdampak, serta pemotongan dan evakuasi pohon tumbang di berbagai titik.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (idy)