TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Wajah Maria Fitria Dolorito Dihen berseri-seri saat namanya dipanggil sebagai juara 2 dalam ajang English Speech Competition (pidato bahasa Inggris) sat Education Fair Bali Nusra di Kherubim Convention Hall, Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (4/3/2026) sore.
Event tersebut dilaksanakan oleh TRIBUNFLORES dengan menggandeng 8 kampus di daratan Flores dan 11 Sekolah Menengah Atas dari Maumere dan Flores Timur.
Senyumnya yang sumringah bukan sekadar karena prestasi, tetapi juga karena pengalaman berharga yang ia rasakan sepanjang acara.
Ia maju pelan menuju panggung untuk menerima piagam dan uang tunai sebesar Rp.750.000.
Baca juga: Education Fair Bali Nusra, Prodi Psikologi di Flores Hanya Ada di Unipa, Siswi: Dekat Keluarga
“Acara ini sangat bermanfaat bagi murid-murid yang ingin mengekspresikan diri dalam bahasa Inggris. Saya merasa senang bisa mewakili Frateran Podor Larantuka dan mendapatkan kesempatan ini,” kata Maria dengan mata berbinar.
Bagi Maria, momen ini lebih dari sekadar penghargaan. Di balik senyumnya, ada rasa syukur kepada keluarga, guru, dan teman-teman yang selalu mendukungnya. Lebih dari itu, ia juga senang bisa mengenal orang-orang baru dan membangun persahabatan serta kekeluargaan yang hangat.
“Pesan saya, saya berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi tahun depan. Semoga lebih banyak siswa mendapatkan peluang untuk mengekspresikan diri, berprestasi, dan merasakan kebahagiaan seperti yang saya rasakan sekarang,” tutup Maria, sambil tersenyum.
Selainnya Maria, dari SMA Swasta Katolik Frateran Podor ada dua orang kawannya yang ikut dalam lomba itu. Mereka adalah Hilary Michael Blikololong dan Anjelika sipa Tukan.
Hilary mengaku senang bisa ikut lomba pidato Bahasa Inggris tersebut.
Menurut Hilary lomba itu menjadi ajang untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris. Selain itu anak-anak mengenal isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan.
"Kesan saya terhadap event sangat menarik, karena para siswa-siswi dari banyak sekolah Sikka-Flores Timur bisa menyuarakan tentang migrasi di NTT baik dari segi apapun,"ujarnya.
Sementara itu, Anjelika mengaku senang datang dari Larantuka ke Maumere mengikuti lomba itu.
Menurut Anjelika, even itu bukan saja tentang mencari juara pertama tapi mengasah dan juga membuka wawasan berpikir untuk mengenal isu human trafficking dan lainnya yang terus melanda Nusa Tenggara Timur.
"Event ini merupakan suatu kegiatan yang begitu berkesan bagi saya, membuka pandangan baru bagi saya dalam isu Human Trafficing yang selama ini terasa begitu jauh dari fenomena sosial masyarakat,"ujarnya.
Ia mengaku ternyata human traficking menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi masyarakat NTT dan membutuhkan perhatian khusus terutama dari para generasi muda untuk dapat memutus rantai ini.
"Event ini juga memberi kesempatan bagi saya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan saya dalam berbahasa Inggris dan public speaking, memperluas relasi saya juga dengan bertemu teman-teman dari berbagai sekolah dan bertemu banyak orang-orang yang menginspirasi, such a memorable event with alot of amazing people,"ujarnya.
Ketiga siswa itu datang dari Larantuka didampingi langsung oleh Kepala Sekolah, Fr. M. Karolus Suban Waikelak, BHK., M.Pd dan Guru pendamping, Darius Dalu Niron, S.Pd.
Juara 1 dalam lomba ini yaitu; Yohanes Adolph Davin, pelajar kelas XI SMA Katolik Frateran Maumere.
Juara II Maria Fitria Dolorito Dihen dari SMA Kelas X SMA Frateran Podor, Larantuka
Juara III, Viktorianus Messi Putra Seng dari SMA Swasta Katolik John Paul Maumere.
Adapun tema lomba pidato Bahasa Inggris yaitu:
1. Memutus Rantai: Mengakhiri Perdagangan Orang di NTT.
2.Literasi dan Warisan: Memberdayakan Migran Melalui Pendidikan,
3. Menuai Harapan di Kampung Halaman: Menciptakan Peluang di NTT.
Diketahui, kegiatan English speech competition diikuti sebanyak 31 siswa dari berbagai SMA di Flores yaitu:
1. SMAS Katolik Frateran Podor Larantuka
2. SMAS Katolik Frater Maumere
3. SMA Negeri 1 Maumere
4. SMA Negeri 2 Maumere
5. SMK Negeri 3 Maumere
6. SMA Negeri 1 Nita
7. SMAS Katolik St. Jhon Paul II Maumere.
8. SMAS Katolik St. Gabriel Maumere
9. SMA Agama Katolik St. Maria Monte Carmelo Maumere
10. SMAS Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere.
Promosi Kampus
Untuk diketahui, kegiatan education fair 2026 dilaksanakan oleh TRIBUNFLORES sejak Selasa (3/3/2026) hingga Rabu (4/3/2026) di Kherubim Convention Hall Maumere, Sikka, Flores, NTT.
General Manager (GM) Bisnis Pos Kupang dan Tribun Flores, Margareta Iin Wahyuningrum, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam mendukung kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, kegiatan di Kabupaten Sikka merupakan bagian dari rangkaian Bali Nusra Education Fair 2026 yang digelar di sejumlah daerah.
Margareta menegaskan, tujuan utama Bali Nusra Education Fair adalah memberikan informasi seluas-luasnya kepada para pelajar terkait pilihan pendidikan lanjutan.
“Tujuan dari Bali Nusra Education Fair adalah untuk memberikan informasi pendidikan lanjutan kepada adik-adik karena kebetulan yang hadir hari ini memberikan informasi yang cukup luas untuk memilih melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi,”ujarnya.
Kegiatan ini didukung oleh Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa, Universitas Bali Internasional, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Sekolah Tinggi Kesehatan St Elisabeth Keuskupan Maumere, Politeknik Cristo Re Maumere, Universitas Muhammadiyah Maumere, Unika Santu Paulus Ruteng.
Sedangkan kegiatan disponsori oleh
1. KSP Kopdit Obor Mas Maumere
2. Kredi One
3. Telkomsel Maumere
4. BNI Maumere
5. Suzuki Maumere
6. Servvo
7. Adira Finance Maumere
8. EDSA Catering
9. Gramedia Maumere
10. Ketua DPRD Sikka
11. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere.
12. Ewiti. (kgg)