TRIBUNBANTEN.COM - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menetapkan Asrama Haji Cipondoh atau Grand El Hajj di Kota Tangerang, Provinsi Banten sebagai percontohan pusat layanan terpadu (one-stop services) bagi jamaah umrah dan haji.
Melalui skema tersebut, seluruh proses keberangkatan seperti keimigrasian, pengurusan tiket pesawat, manasik hingga penginapan domestik dapat dilayani dalam satu lokasi di asrama haji.
One stop service (Pelayanan Terpadu Satu Pintu/PTSP) adalah sistem pelayanan yang mengintegrasikan berbagai jenis layanan dalam satu tempat atau sistem, mulai dari pengajuan hingga penerbitan dokumen.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Grand El Hajj bukan hanya menjadi tempat menginap menjelang keberangkatan ke Arab Saudi namun akan bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu atau One-stop services.
"One stop services ini adalah opsi pelayanan, bukan mandatori, jadi kemarin itu ramai seolah-olah pemerintah mewajibkan jamaah umroh masuk asrama padahal bukan begitu yang benar adalah jamaah umroh itu bisa memilih layanan mereka sendiri," ujar Anzar kepada awak media, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Warga Tangsel Serbu Bazar Ramadan di Pondok Aren, Sembako Dijual Murah Jelang Lebaran 2026
One-stop services merupakan inisiatif Kementerian Haji dan Umrah yang bekerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia serta Direktorat Jenderal Imigrasi untuk merampungkan semua urusan keberangkatan haji di satu lokasi saja.
Skema tersebut mampu memudahkan seluruh mekanisme keberangkatan dilayani dalam satu lokasi di asrama haji.
Mulai dari proses keimigrasian, pengurusan tiket pesawat, manasik, hingga penginapan domestik. Gagasan tersebut membuat embarkasi Banten menjadi percontohan program one-stop services bagi jamaah umrah.
"Contohnya penerbangan umrah dari Bandara Soekarno-Hatta setiap hari ada 3.000 sampai 4.000 jamaah yang sebagian besar berangkat dari banyak kota dan mereka butuh tempat istirahat yang lebih ekonomis dan lebih murah," kata Dahnil.
"Salah satu tempat yang ekonomis dan layak adalah asrama haji ditambah lagi di asrama haji ada layanan manasik dan sebagainya yang bisa digunakan untuk pelatihan sebelum berangkat," paparnya.
Dengan skema tersebut jemaah umrah mandiri maupun yang dikoordinir oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta pengguna maskapai Garuda Indonesia dapat menikmati kemudahan proses birokrasi di satu lokasi lengkap dengan fasilitas pendukungnya.
"One Stop Services ini justru menyediakan layanan yang lebih mudah bagi jamaah umrah, bukan justru memberatkan. Kalau mereka tidak mau menggunakan layanan one stop service ya tidak masalah karena opsional," ungkapnya.
Baca juga: Agenda Pimpinan Tangsel Kamis, 5 Maret 2026 : Benyamin Buka Bazar Ramadan, Pilar Sambut Reses DPR RI
Sebanyak 9.000 calon jamaah haji asal Banten akan diberangkatkan ke Tanah Suci untuk mulai periode 2026.
"Jadi Grand El Hajj ini akan menjadi embarkasi baru dengan sarana asrama haji yang juga baru, selama ini lebih kurang 9.000 warga Banten selalu ke Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur," tuturnya.
Pembangunan dan persiapan Asrama Haji Cipondoh merupakan hasil kolaborasi kepala daerah tingkat bupati, wali kota hingga gubernur di delapan kota dan kabupaten se-Provinsi Banten.
Proses pembangunan sejumlah sarana dan prasarana berupa gedung dan tempat menginap dipastikan rampung. Selanjutnya fokus utama dilakukan pada sektor pembenahan sisi jalan yang menjadi akses dari dan menuju Asrama Cipondoh.
Pasalnya ruas Jalan KH Hasyim Ashari berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Banten sehingga dinilai perlu dilakukan pelebaran guna memudahkan mobilitas bus-bus yang membawa ribuan calon jamaah haji menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Selain itu area sekitar Grand El Hajj yang masih dipenuhi lumpur dan tanah merah disebut wajib untuk ditingkatkan demi memudahkan proses embarkasi jamaah haji.
"Asrama Haji Cipondoh ini jadi cita-cita banyak kepala daerah terutama Kota Tangerang karena atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten sehingga masing-masing kabupaten dan kota punya kontribusi besar untuk menyempurnakan proses embarkasi haji di Kota Tangerang," ungkapnya.
"Misalnya tanahnya dari Kota Tangerang, sarana dan prasarana dari mana, kemudian dari Gubernur Banten nanti wajib untuk perbaikan jalan dan juga pembangunan masjid di sekitar asrama haji," paparnya.
Dengan demikian keberadaan embarkasi pertama di Banten itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan penyelenggaraan haji mulai dari efisiensi waktu, pengurangan beban perjalanan, sampai kenyamanan jamaah lanjut usia.
Selain itu sinergi antara Pemerintah Pusat dan daerah juga diharapkan semakin kuat dalam memastikan seluruh tahapan ibadah haji berjalan lancar.
Sebab beroperasinya embarkasi Cipondoh mulai musim haji 2026 memberi wajah baru dalam sejarah penyelenggaraan haji di Provinsi Banten.
"Jadi ini adalah kerjasama dan kolaborasi semua pihak sehingga masyarakat Banten mulai tahun 2026 ini bisa berangkat ke Tanah Suci, tidak perlu ke Jakarta tapi sudah bisa melalui Asrama Haji Cipondoh ini," jelasnya.
Sementara itu Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah menuturkan, beroperasinya embarkasi Banten merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Kehadiran embarkasi di Banten akan memberikan kemudahan akses, efisiensi waktu, dan kenyamanan bagi jamaah sebelum bertolak ke Tanah Suci.
"Ini adalah kerja bersama mulai Pemerintah Pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota di Banten untuk meningkatkan kualitas pelayanan jamaah," pungkasnya.