Penanganan Longsor di Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo Capai 45 Persen, BPBD Butuh Satu Hari Lagi
Cak Sur March 05, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Petugas gabungan mengebut penanganan longsor di Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim). Penanganan dilakukan secara intensif pada Kamis (5/3/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas mengerahkan dua alat berat sekaligus untuk mempercepat proses evakuasi material. Alat tersebut terdiri dari breaker untuk memecah batu dan ekskavator untuk menaikkan material ke truk.

Berikut adalah rincian penanganan longsor tersebut:

  • Pengerahan alat berat berupa unit breaker dan ekskavator.
  • Pembersihan batu besar di badan jalan dan yang menggantung di Tembok Penahan Jalan (TPJ).
  • Progres pembersihan material hingga saat ini telah mencapai 45 persen.

Baca juga: Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo Lumpuh Akibat Longsor dan Tertutup Batu Besar di KM 16

Progres Pembersihan Material

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, memberikan keterangan terkait perkembangan di lapangan.

Menurutnya, fokus hari ini masih pada pemecahan batu besar.

"Upaya kami tidak jauh berbeda dengan hari kemarin, jadi hari ini kami kerjakan breaker untuk pemecah batu untuk pembersihan material, semoga cuaca hari ini tidak hujan apalagi hujan deras," kata Triadi, Kamis (5/3/2026).

Selain membersihkan batu di badan jalan, petugas juga menangani batu besar yang menggantung di TPJ. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan di area terdampak longsor.

"Kalau cuaca cerah kemungkinan estimasi kami hari Jumat selesai," ucap Triadi.

Pemeriksaan Kelayakan Jalan

Setelah seluruh material berhasil dibersihkan, otoritas terkait akan melakukan evaluasi mendalam. Tim dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali dijadwalkan datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Tim tersebut akan memeriksa kelayakan jalan sebelum jalur tersebut benar-benar dibuka kembali untuk umum. Hal ini mengingat adanya kerusakan pada struktur penguat di sekitar lokasi kejadian.

"Karena nampaknya kalau cek di lokasi, talud, penguat tebing, mengalami kerusakan dan itu harus segera dilakukan langkah konkret perbaikan dan sebagainya," pungkas Triadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.