Penampakan Rumah Lokasi Pembunuhan Pasutri Asal Pakistan di Puncak Bogor, Warga Tak Ada yang Curiga
Ardhi Sanjaya March 05, 2026 05:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pasangan suami istri (pasutri) asal Pakistan MA (56) dan FA (37) tewas setelah dibunuh oleh karyawannnya sendiri, MH (22) di Puncak Bogor.
Pembunuhan itu dilalukan di sebuah rumah kontrakan yang ditempati kedua korban di Jalan Alternatif Tapos-Ciawi, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (5/3/2026), rumah itu tertutup pagar hitam.

Di dalam area pagar terdapat bangunan yang kini masih dipasangi garis polisi.

Bangunan itu terpantau hampir semuanya berdinding kaca.

Termasuk pintu lebar yang juga berlapis kaca bening.

Namun area dalam bangunan itu tidak terlihat dari luar karena tertutup gorden putih.

Terpantau rumah TKP pembunuhan itu masih jadi pembicaraan warga terkait apa yang terjadi.

Warga mengaku terkejut dengan kabar pembunuhan itu.

"Bukan kaget lagi, takut, saya juga takut," kata salah satu warga sekitar yang melintas di depan rumah lokasi pembunuhan tersebut, Kamis (5/3/2026).

Pembunuhan itu terjadi pada Minggu (1/3/2026) kemudian jasadnya dibuang di dalam minibus milik korban ke kawasan Padalarang Bandung pada Senin (2/3/2026).

Para warga rupanya tak ada yang sadar saat pembunuhan yang terjadi di dalam rumah itu.

Warga tak ada yang curiga saat pembunuhan terjadi maupun saat jasad korban diangkut pelaku untuk dibuang ke Bandung.

Bahkan saat waktu Minggu dini hari, para pemuda yang membangunkan sahur keliling melintasi depan rumah itu juga tak ada yang curiga.

Ketua RW setempat, Miftahudin mengatakan bahwa memang warga sekitar tak ada yang menyadari korban dibunuh di rumah itu.

"Gak ada, gak ada yang tahu, kan itu ketahuannya Minggu pagi hilang kontak saat ditelepon sama temen-temennya," kata Miftahudin.

Setelah dicek ke tempat tinggalnya karena hilang kontak tersebut, baru lah diketahui korban tewas di dalam rumah itu.

"Pas kita kesana ke rumah itu di luarnya udah banyak orang, jadi orang udah tahu duluan," kata Miftahudin.

"Temen-temen orang Pakistan ini udah banyak di situ, ada lima atau enam orang kalau gak salah, langsung ada dari Polsek juga," ungkapnya.

Pelaku berhasil diamankan pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

Terungkapnya aksi pembunuhan keji itu bermula dari kecurigaan warga yang melihat toko rempah milik korban di Pasar Cisarua tutup.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, masyarakat tersebut yang penasaran pun mengunjungi rumah korban.

"Masyarakat yang kenal dengan pemiliknya kemudian melakukan pengecekan ke rumahnya. Nah, rumahnya kondisinya kosong, terkunci, namun informasi yang didapatkan awal terdapat bercak darah," ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Karena merasa ada kejanggalan dan sesuatu yang aneh, masyarakat itupun melaporkannya kepada Polsek Cisarua pada Senin (2/3/2026) malam.

Berdasarkan hasil pengecekan awal, ditemukan adanya indikasi tindak pidana sehingga Polsek Cisarua berkoordinasi dengan Polres Bogor.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.