TRIBUNNEWS.COM - Menjelang Lebaran, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang paling ditunggu oleh banyak orang.
Tak hanya diberikan oleh sebuah perusahaan tempat bekerja, THR juga digulirkan oleh pemerintah desa ke warganya. Namun, tidak semua desa melakukan hal tersebut.
Di Provinsi Jawa Tengah, ada beberapa desa yang berinisiatif membagikan THR kepada warganya. Satu di antaranya Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.
Pemerintah Desa (Pemdes) Bonyokan memberikan THR uang tunai Rp150 ribu per KK. Total, sebanyak 1.122 kepala keluarga (KK).
Dana yang digunakan untuk THR itu, berasal dari pendapatan dari pengelolaan objek wisata Umbul Pelem, Desa Wunut.
Bagaimana penjelasannya?
Pemdes Bonyokan, Kecamatan Jatinom, memberikan tunjangan hari raya (THR) ke warga sejak Senin (2/3/2026). Dijadwalkan, pembagian THR berlangsung hingga 10 Maret 2026.
Sebanyak 1.122 kepala keluarga (KK) bakal menerima Rp150 ribu per KK.
Baca juga: Cair, Pemerintah Gelontorkan THR Lebaran 2026, Ada BHR Ojol hingga Stimulus Keluarga
Kepala Desa Bonyokan, Surono, menyatakan program THR ini merupakan inisiatif pertama dari Pemdes.
Menurutnya, pembagian dilakukan secara bergilir per RW, mengingat desa ini memiliki tujuh RW.
"Tahun ini 2026, kami ada sisa untuk mengucurkan THR ini. Semua sama (menerima) Rp150.000," kata Surono saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (3/3/2026).
Anggaran Rp170 Juta dari PADes dan Bumdes
Surono menjelaskan, anggaran THR bersumber dari pendapatan asli desa (PADes) yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Dalam hal ini, Bumdes Desa Bonyokan memanfaatkan potensi wilayah, termasuk penyewaan ruko, pengelolaan Pasar Sapi Jatinom, dan Pasar Legen di Lapangan Desa Bonyokan.
"Dari sektor yang dikelola Bumdes sendiri, pendapatannya mencapai sekitar Rp750 juta setahun," imbuhnya.
Lantas, program ini diberikan ke seluruh warga yang tercatat secara administrasi di Desa Bonyokan, tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Meski begitu, ada 12 orang yang memilih tidak mengambil THR karena kondisi ekonomi mereka cukup baik.
THR yang tidak diambil tersebut, akan dikonsultasikan dengan RT sebelum kemungkinan dialihkan.
Surono pun berharap, pemberian THR ini dapat meringankan kebutuhan warga jelang Lebaran.
Program ini, sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan Desa Bonyokan yang baik berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat.
Desa lain yang juga memberikan THR ke warga di Klaten adalah Desa Wunut, Kecamatan Tulung.
Pemerintah Desa (Pemdes) Wunut memberikan THR kepada warganya di Gedung Serbaguna Desa Wunut pada Kamis (5/3/2026).
Anggaran yang dialokasikan untuk THR ini, mencapai Rp 585.250.000.
Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, menyampaikan setiap warga menerima sebesar Rp 250.000.
"Tahun kemarin kita memberikan per jiwa per orang Rp 200.000. Untuk tahun ini kita naikkan jadi Rp 250.000," kata Kamis (5/3/2026), dilansir Kompas.com.
Iwan menjelaskan, THR yang dibagikan ke warga Desa Wunut merupakan hasil pendapatan dari pengelolaan objek wisata Umbul Pelem.
Baca juga: THR Lebaran 2026 Cair 100 Persen: Cek Daftar Bonus Ojol, Bantuan Beras, hingga Jadwal WFA ASN-Swasta
Tercatat, pendapatan objek wisata pada tahun 2025 mencapai Rp 5,1 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang jumlahnya Rp 4,7 miliar.
"Untuk pendapatan tahun ini (2025) Umbul Pelem Rp 5,1 miliar. Dibandingkan tahun 2024 ada kenaikan sekitar Rp 400 juta. Jadi yang kita bagikan pendapatan tahun 2025," ujar Iwan.
Pada tahun lalu, jumlah penerima THR di Wunut bertambah. Tahun 2025, tercatat ada 2.289 jiwa, sedangkan saat ini, jumlah penerima meningkat menjadi 2.341 jiwa.
Iwan mengajak seluruh warga Desa Wunut bersama-sama menjaga dan melestarikan Umbul Pelem agar objek wisata ini terus memberikan manfaat jangka panjang.
Menurutnya, keberadaan sumber daya alam itu merupakan kunci kesejahteraan masyarakat desa setempat.
Warga Merasa Senang
Dalam kesempatan berbeda, salah satu warga Desa Wunut, Hesti Mulyani (35), mengaku sangat bersyukur dan senang menerima THR dari pemerintah desa.
Hesti mengatakan, bakal menggunakan uang THR tersebut, untuk keperluan anak-anaknya.
Karena dalam satu rumah terdapat lima anggota keluarga, Hesti membawa pulang total uang sebesar Rp 1.250.000.
"Alhamdulillah bisa buat beli baju baru lebaran buat anak-anak besok. Saya dapat Rp 1.250.000 karena di rumah ada lima orang," kata Hesti.
Jelang Lebaran, ribuan warga desa di Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar pun tersenyum lebar.
Mereka mendapat uang Tunjangan Hari Raya (THR) senilai Rp 500 ribu per kepala keluarga (KK).
Pemberian THR oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Berjo ini, meringankan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.
Program yang disebut bantuan pangan ini, juga bertujuan mendorong ekonomi warga, khususnya yang mayoritas bekerja sebagai petani.
Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, mengatakan sebanyak 1.446 KK di Desa Berjo menerima THR pada tahun ini.
Dwi menambahkan bahwa program ini, merupakan agenda tahunan dan sudah dua kali dilaksanakan di masa kepemimpinannya, dengan total nilai mencapai Rp 723 juta.
"Ini agenda tahunan, tahun ini merupakan kali kedua pemberian THR, ada 1.446 KK yang menerima THR Rp 500 ribu," jelasnya.
Dwi menjelaskan, THR bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD) yang masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Adapun penyaluran THR berlangsung selama dua hari, Senin (2/3/2026) dan Selasa (3/3/2026), di Balai Desa Berjo.
Masih mengutip Tribun Solo, setiap penerima membawa undangan, KTP, dan KK.
Uang tunai diserahkan setelah data diverifikasi tim desa melalui dua desk pelayanan.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, TribunSolo.com/Zharfan Muhana, Mardon Widiyanto)