Arus Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Lebaran 2026 Diprediksi Naik 10 Persen
Haorrahman March 05, 2026 03:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Pemerintah memprediksi terjadi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan pada lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk selama periode Angkutan Lebaran 2026. Kenaikan diperkirakan terjadi baik pada arus perjalanan dari Jawa menuju Bali maupun sebaliknya.

Perusahaan operator penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry, memperkirakan jumlah penumpang dari Jawa menuju Bali akan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara itu jumlah kendaraan pada rute tersebut diprediksi naik 9,3 persen.

Sebaliknya dari arah Bali menuju Jawa, kenaikan juga diperkirakan terjadi meski sedikit lebih rendah. Jumlah penumpang diproyeksikan meningkat 9,5 persen, sedangkan kendaraan diperkirakan bertambah 8,7 persen.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan pihaknya bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan tambahan personel guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

Baca juga: Kualitas Menu dan Sarana Tak Standar, BGN Tangguhkan 3 SPPG di Banyuwangi

Sebanyak 350 personel akan disiagakan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Mereka akan ditempatkan di berbagai titik strategis seperti area pelabuhan, buffer zone, hingga lokasi-lokasi krusial lainnya.

“Hindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan berjalan lancar,” ujar Windy, Kamis (5/3/2026).

Ia juga mengimbau calon pengguna jasa penyeberangan agar merencanakan perjalanan sejak dini dengan membeli tiket melalui platform resmi. Tiket penyeberangan dapat dipesan mulai H-60 sebelum keberangkatan.

Melalui aplikasi maupun laman resmi Ferizy, pengguna jasa juga memperoleh fleksibilitas perjalanan, termasuk fasilitas refund dengan potongan 25 persen serta reschedule dengan potongan 10 persen dari harga tiket. Fasilitas ini diharapkan memudahkan masyarakat menyesuaikan rencana perjalanan, terutama jika dipengaruhi kondisi cuaca.

Baca juga: Bupati Ipuk Geber Beasiswa “Banyuwangi Progresif”, Prioritas Dokter Spesialis dan Jurusan Kesehatan 

Berdasarkan prakiraan BMKG, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara selama periode Maret hingga April.

Selain itu, gelombang laut kategori sedang diperkirakan terjadi di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, ASDP menyiagakan kapal tugboat yang akan membantu manuver kapal ketika menghadapi angin kencang maupun arus laut yang kuat.

Di lintasan Ketapang–Gilimanuk sendiri, jumlah kapal yang dioperasikan juga akan ditambah dari 28 unit menjadi 32 unit guna meningkatkan kapasitas layanan serta menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang saat trafik tinggi.

“Dengan kesiapan operasional yang diperkuat serta dukungan digitalisasi layanan, ASDP berkomitmen menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026,” tutur Windy.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.