Bhayangkari Manokwari Panen 100 Liter Eco Enzyme, Limbah Dapur Jadi Cairan Ramah Lingkungan
Hans Arnold Kapisa March 05, 2026 06:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Bhayangkari Cabang Kota Manokwari berhasil memanen sekitar 100 liter eco enzyme, cairan ramah lingkungan hasil fermentasi limbah organik berupa kulit buah dan sayur.

Panen dilakukan di Aula Polres Kota Manokwari, Kamis (5/3/2026), setelah melalui proses fermentasi selama tiga bulan sejak 28 November 2025.

Program eco enzyme ini merupakan gerakan Bhayangkari Polda Papua Barat untuk memanfaatkan limbah dapur menjadi produk bermanfaat bagi rumah tangga dan lingkungan.

Ketua Cabang Bhayangkari Kota Manokwari, Ny. Indah Ongky, menyebut pembuatan eco enzyme sebagai langkah sederhana yang bisa dilakukan dari rumah untuk menjaga kelestarian bumi.

“Program ini harus menjadi kebiasaan dan gerakan konsisten. Dari rumah tangga kita sendiri kita bisa mulai menjaga bumi,” ujarnya.

Indah menjelaskan, proses pembuatan eco enzyme cukup mudah. Limbah kulit buah dan sayur dimasukkan ke dalam botol plastik bekas, kemudian difermentasi selama beberapa bulan hingga menghasilkan cairan alami.

Produk ini dapat digunakan sebagai cairan pencuci piring, pembersih lantai, pembersih rumah, hingga pupuk tanaman.

“Selain bermanfaat bagi rumah tangga, eco enzyme juga memiliki nilai ekonomis karena dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli produk pembersih,” tambahnya.

Baca juga: TK Kemala Bhayangkari 06 Manokwari Berbagi Takjil di Traffic Light Makalew 

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), Yohanes Ada Lebang, yang bertindak sebagai fasilitator eco enzyme di Manokwari.

Ia mengapresiasi keberhasilan Bhayangkari Manokwari menyelesaikan proses hingga tahap panen.

Menurut Lebang, eco enzyme memiliki banyak manfaat, mulai dari pembersih rumah tangga, pupuk organik cair, pestisida alami, hingga antiseptik dan penghilang bau.

Cairan ini bahkan dapat membantu menjernihkan air dan memperbaiki kualitas udara.

“Program ini diharapkan tidak hanya diikuti oleh Bhayangkari, tetapi juga berkembang menjadi gerakan yang lebih luas di masyarakat,” ujarnya.

Lebang juga mengajak masyarakat Manokwari untuk mengubah cara pandang terhadap sampah dengan memanfaatkan limbah dapur sebagai bagian dari konsep ekonomi sirkular.

“Semua ini sebenarnya mudah dilakukan, yang dibutuhkan hanyalah komitmen bersama dan sinergi,” katanya.

Melalui gerakan sederhana ini, Bhayangkari Manokwari berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah organik demi lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.