Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Dua hari terakhir, Polres Sikka dipadati massa aksi damai menuntut keadilan terhadap korban pembunuhan di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka berinisial STN (14) yang merupakan Siswi SMP MBC Ohe.
Massa yang telah memulai aksi sejak kemarin, 4 Maret hingga hari ini 5 Maret 2026 terus bersuara meminta Polres Sikka menangani kasus ini secara serius dan transparan.
Dibalik kerumunan massa yang membludak, berdiri kakak kandung korban bernama Inosensius Franklin Mula.
Pria pendiam itu tampak tertunduk lesu dan tak banyak bicara. Mengenakan baju hitam, Inosensius berdiri tertunduk di hadapan polisi dibayangi teriakan orasi dari massa menuntut keadilan terhadap adiknya yang dibunuh secara keji.
Baca juga: BREAKING NEWS: Tersangka Baru, Ayah dan Kakek Jadi Tersangka Pembunuhan Siswi SMP di Sikka
Sudah dua hari, ia terlibat bersama massa melakukan aksi duka di depan Polres Sikka.
Aksi yang ia ikuti pada hari pertama kemarin tak membuahkan hasil. Poin-poin tuntutan yang dibawa para pendemo tak kunjung dijawab atau dipenuhi aparat Polres Sikka.
Hampir seharian ia bersama pendemo duduk di depan halaman Polres Sikka. Diguyur hujan bahkan dibakar teriknya matahari ia rasakan, meski tiada kabar baik tak kunjung ia dan massa pendemo dapatkan.
Aksi damai kemarin pun tidak berjalan mulus, para pendemo sempat bersitegang dengan aparat yang menjaga markas Polres Sikka.
Saling dorong, adu mulut hingga adu jotos antara aparat dan massa tak terhindarkan.
Dan dibalik kericuhan itu, ada Inosensius, pria yang sangat menyayangi adiknya hingga membelikan gitar meski akhirnya kasih sayang yang ia berikan dihancurkan oleh orang lain.
Inosensius tidak melawan dengan fisik, namun dengan jiwa dan raganya ia siap berdiri memperjuangkan kebenaran.
Dibalik tatapan matanya yang sayup, terbersit sebuah kerinduan kiranya aparat Polres Sikka menjawab keresahan dirinya dan massa yang mencintai adiknya.
Rambutnya pun terlihat kusut, terurai dibalik asap ban yang mengepul dan teriakan massa yang menggema memecah atap langit Polres Sikka.
Pada aksi duka hari kedua ini pun Inosensius tetap dengan Langkah dan harapan yang sama.
Tidak berteriak, tidak membuat kericuhan tetapi jiwa siap bertarung untuk mendapatkan keadilan bagi adik kesayangannya.
Saat aksi hari kedua ini, Inosensius berdiri tepat di depan gerbang Polres Sikka. Dihadapannya, Polisi telah memasang portal agar massa tak masuk ke halaman Mapolres Sikka.
Sesekali matanya tertutup sambil menghela napas panjang.
Pun sesekali berdiri menatap aparat yang berjaga lengkap dengan pelindung keamanan dan tongkat pemukul di tangan.
Inosensius berdiri dengan tangan kosong tanpa bicara, ia hanya melihat tingkah aparat mengamankan situasi agar kondusif.
Tak dibukakan portal, Inosensius pun tak memaksa masuk. Namun ia pun tidak memilih mundur, ia tetap pada pendirian untuk terciptanya sebuah keadilan.
Amukan massa selama dua hari terakhir membuahkan hasil, tepat pada aksi hari kedua, Aparat Polres Sikka resmi menetapkan SG dan FS jadi tersangka pembunuhan siswa siswi SMP MBC Ohe, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT berinisial STN (14), 5 Maret 2026.
Dua tersangka ini berstatus sebagai ayah dan kakek dari tersangka FRG (16). Adapun FRG telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama pada beberapa Waktu lalu dan telah ditahan.
Sebelumnya SG, sempat ditahan dan diperiksa sebagai saksi oleh aparat Polres Sikka, namun sempat dilepaskan aparat Polres Sikka. Isu yang beredar SG diduga kabur.
Proses penepatan ini sempat diwarnai aksi damai dari keluarga dan cipayung plus di Polres Sikka dengan poin tuntutan Utama meminta Aparat Polres Sikka menangani kasus ini secara transparan dan tidak tebang pilih.
Aksi dari keluarga dan barisan dari mahasiswa ini berlangsung dua hari, 4-5 Maret 2026.
Aksi saling dorong pun terjadi karena masa aksi tidak diijinkan masuk kedalam halaman Mapolres Sikka, beberapa masa aksi nekat memanjat pagar Polres Sikka namun dapat dihalau personel polisi yang sedang berjaga.
Setelah dilakukan negosiasi, Masa aksi kemudian diijinkan masuk ke dalam halaman Mapolres Sikka, beberapa perwakilan kemudian masuk ke dalam ruangan untuk beraudiens dengan pihak polres Sikka.
Hingga kini, Audiens masih berlangsung, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, tampak hadir di Polres Sikka. (awk)
Polres Sikka sudah menetapkan FRG sebagai tersangka meninggalnya STN (14) siswi SMP MBC Ohe di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, SG (ayah) saksi kasus pembunuhan dikabarkan sudah diamankan di Mapolres Sikka, Pada Selasa 3 Maret 2026 dari Desa Mamai, Kecamatan Talibura. (awk)