TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengecek langsung posko pengungsian korban banjir di Desa Cawas, Kecamatan Cawas, Klaten, Rabu (4/3/2026), untuk memastikan kebutuhan logistik warga terpenuhi.
Posko pengungsian dipusatkan di Kantor Desa Cawas. Di lokasi ini, puluhan warga terdampak banjir sementara tinggal setelah rumah mereka terendam.
Saat tiba di posko, Bupati Hamenang terlihat duduk di atas tikar bersama warga.
Ia berbincang santai dengan sejumlah pengungsi, terutama lansia yang menjadi prioritas penanganan.
Beberapa warga tampak duduk berkelompok di ruang aula desa yang disulap menjadi tempat pengungsian.
Tikar bantuan digelar memanjang, sementara sejumlah tas dan barang kebutuhan sehari-hari ditaruh di sudut ruangan.
Bupati Hamenang datang didampingi Sekretaris Daerah, asisten daerah serta sejumlah kepala dinas terkait.
Selain memantau pengungsi, ia juga mengecek kesiapan tenaga medis yang berjaga di pos kesehatan darurat.
Di luar gedung, dapur umum terlihat beroperasi untuk menyiapkan makanan bagi para pengungsi.
“Kurang lebih ada 70 warga di posko ini, dari total 120 pengungsi,” ujar Bupati Hamenang kepada TribunSolo.com.
Menurutnya, posko utama di Desa Cawas telah dilengkapi berbagai unsur penanganan bencana.
Baca juga: Debit Sungai Dengkeng Tinggi, Tanggul Jebol 10 Meter di Cawas Klaten Segera Diperbaiki
“Alhamdulillah memang yang posko di sini ada BPBD, Puskesmas komplit ada relawan karena pos utamanya di sini,” ucapnya.
Ia mengatakan dapur umum dan logistik juga sudah disiapkan agar kebutuhan pengungsi tercukupi selama masa tanggap darurat.
“Di sini ada dapur umumnya komplit, sehingga warga masyarakat insya Allah kebutuhan sehari-harinya terpenuhi,” imbuhnya.
Usai meninjau kondisi pengungsi, Bupati Hamenang juga menyerahkan bantuan logistik dari BPBD Klaten serta DissosP3APPKB kepada petugas posko.
Bantuan tersebut berupa paket kebutuhan pokok untuk mendukung operasional pengungsian.
Sementara itu, sejumlah relawan SAR, BPBD, dan unsur TNI terlihat berada di dalam posko untuk membantu koordinasi penanganan bencana.
Situasi di lokasi pengungsian tampak relatif kondusif. Warga beraktivitas di dalam aula desa sambil menunggu kondisi air benar-benar surut. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)