EKSKLUSIF Penjara Bukan Akhir: Tentang Salah, Taubat, Air Mata, dan Kesempatan Kedua| NGOCAK FEBBY
Tribun-video March 05, 2026 07:42 PM

TRIBUN-VIDEO - Di balik tembok tinggi Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, ada ribuan cerita yang jarang kita dengar.

Bukan cuma tentang hukuman.
Tapi tentang penyesalan, air mata, dan kesempatan kedua.

Kapasitas lapas ini hanya 1.080 orang.
Namun kini dihuni lebih dari 2.000 warga binaan.

Kepala Lapas Syarpani memilih pendekatan yang tak biasa:

“Membina narapidana pakai hati.”

Di balik jeruji, ada yang baru belajar mengaji.
Ada yang bangun pukul 3 pagi untuk tahajud.
Ada yang baru memahami arti keluarga setelah kehilangan kebebasan.

Bagi Ramdani, seorang warga binaan, penjara adalah teguran keras dari Tuhan.

“Jangan sampailah kita semua terjerumus di dalam lembah hitam narkoba."

"Sebelum Allah tegur kalian di luar sana, lihatlah kami yang ada di sini. Inilah kami yang sudah Allah tegur keras, kami baru sadar dan bertaubat di sini. Jangan sampai masyarakat harus menunggu ditegur oleh Allah (masuk penjara) baru mau berbenah diri."

Saksikan kisah lengkapnya dalam wawancara eksklusif hanya di YouTube Tribunnews!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.