BOLASPORT.COM - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus kembali terhenti langkahnya pada babak 16 besar All England Open 2026.
Jonatan Christie dikalahkan pemain Taiwan, Lin Chun Yi, dalam permainan dua gim langsung.
Juara All England satu kali itu kalah dengan skor 19-21, 12-21 dalam laga yang dihelat di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Kamis (5/3/2026).
Hasil tersebut membuat Jonatan kalah pada babak kedua dalam dua edisi terakhir All England Open, tepat setelah dia juara pada 2024.
Jalannya Pertandingan
Duel langsung berjalan sengit sejak laga dimulai hingga kedua pemain berbagi angka sama sampai skor 4-4.
Satu smes keras Jonatan yang menabrak net memberikan keunggulan satu angka bagi Lin.
Namun, skor berhasil kembali disamakan setelah challenge yang tepat dilakukan Jonatan ketika pukulan Lin ternyata melebar.
Lin Chun Yi tampil solid dengan terus memberikan kesulitan untuk Jonatan. Kedudukan diperlebar oleh pemain Taiwan itu padan skor 9-6.
Tertinggal tiga angka, Jonatan segera merespons dengan melesakkan poin beruntun untuk memaksa skor kembali seimbang menjadi 9-9 setelah melepaskan smes keras lurus.
Jonatan berbalik memimpin setelah kesalahan dilakukan Lin yang terburu-buru melakukan serangan di depan net.
Smes keras menyiilang Jonatan kemudian membawanya unggul dua angka saat memasuki interval.
Juara All England Open 2024 itu berupaya keras untuk membalaskan dendamnya ke Lin setelah dikalahkan pada final India Open 2026, bulan Januari.
Selepas jeda, Lin mampu kembali memaksa kedudukan seimbang setelah dua kali smes kerasnya menembus pertahanan Jonatan.
Lin menunjukkan serangan yang mematikan dengan smes kerasnya sampai menambah empat poin lagi dan mengubah situasi untuk memimpin menjadi 15-11.
Lin bahkan sempat unggul lima angka pada 16-11, Jonatan akhirnya baru membalas dua angka beruntun lewat pergerakan cepatnya di depan net.
Namun, pemain Taiwan itu tampil kompromi untuk melesat sampai mencatatkan game point dengan selisih enam angka.
Jonatan masih melawan dengan menunda kemenangan lawan sampai empat kali dan memangkas ketertinggalan menjadi 18-20.
Lagi, kesalahan Lin di depan net membuat Jonatan hanya membutuhkan satu poin lagi untuk memaksa set point.
Sayangnya, smes keras lurus Jonatan ke sisi sebelah kanan permainan Jonatan tak dapat dikembalikan.
Gim kedua, Jonatan membuka keran skor dan masih memimpin pada skor 5-3.
Akan tetapi, Lin segera menyamakan kedudukan melalui serangan-serangannya yang sejauh ini efektif.
Smes keras menyilang dari Lin kembali menembus pertahanan Jonatan untuk membalikkan keadaan.
Adapun serangan Jonatan mulai tidak tepat sasaran, sementara Lin terus menekan hingga mencapai keunggulan lima angka pada interval.
Selepas jeda, Jonatan masih tertinggal lima angka pada skor 7-13. Kebangkitan pelan-pelan ditunjukkan setelah memangkas jarak menjadi 11-14.
Namun, dorongan bola dari Jonatan yang melebar kembali memberikan angin segar untuk lawannya.
Jonatan hanya mampu menambah satu angka lagi sebelum lawannya melejit sampai meraih poin kemenangan.