PENJELASAN Polisi soal Pria Tua Tewas Usai Dianiaya Gegara Curi 2 Buah Labu Siam untuk Buka Puasa
Juang Naibaho March 05, 2026 10:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi mengungkapkan hasil visum sementara terhadap jenazah pria bernama Minta (56) yang tewas dianiaya seorang penjaga kebun, yang juga tetangganya.

Minta meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) siang, sehari setelah dianiaya karena kedapatan mengambil dua buah labu siam dari kebun tersangka.

Labu siam itu diambil korban karena ibunya yang sudah lanjuut usia (lansia) ingin berbuka puasa dengan menu labu siam.

Tak disangka, peristiwa itu malah berakhir tragis bagi korban.

TEWAS GEGARA LABU SIAM - Pria bernama Minta (56) meninggal karena dianiaya setelah mengambil dua labu siam. Pengakuan itu disampaikan oleh adiknya Cucum Suhenda (50). (Instagram)
TEWAS GEGARA LABU SIAM - Pria bernama Minta (56) meninggal karena dianiaya setelah mengambil dua labu siam. Pengakuan itu disampaikan oleh adiknya Cucum Suhenda (50). (Instagram) (TRIBUN JAKARTA)

AKBP Akhmad menyebut, hasil pemeriksaan luar menunjukkan dugaan kematian tidak wajar pada jenazah korban akibat tindak kekerasan. 

“Tampak mata lebam, dan hampir sekujur tubuh korban membiru,” ujar Yurikho, Kamis (5/3/2026). 

Menurutnya, hasil pemeriksaan awal tersebut dijadikan alat bukti dalam penyidikan. 

Pelaku, berinisial UA (41), telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. 

Yurikho mengungkapkan bahwa jenazah korban telah diautopsi beberapa hari lalu di RSUD Sayang Cianjur, dan pihaknya masih menunggu hasil secara detail. 

“Semoga keadilan dapat dirasakan oleh keluarga korban,” ujarnya usai menyantuni keluarga korban di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Cianjur. 

Sebelumya, nasib tragis dialami pria paruh baya asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bernama Minta. 

Ia  tewas setelah diduga dianiaya akibat tuduhan mencuri labu siam.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, korban meninggal dunia di rumahnya di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Cianjur, dua hari setelah peristiwa penganiayaan yang dialaminya. 

Peristiwa penganiayaan itu bermula, ketika terduga pelaku memergoki korban mengambil labu siam dari kebunnya. 

Mengetahui hal tersebut, UA mengejar korban hingga ke depan rumahnya. 

Di lokasi itu, korban dipukul menggunakan tangan kosong dan ditendang. 

Korban mengalami luka lebam di bagian mata, kepala, dan leher, serta memar dan lecet di bahu lengan, dan hidung berdarah. 

Korban juga mengalami pusing dan muntah-muntah, serta terdapat benjolan di belakang kepalanya.

Kesaksian Adik Korban 

Adik korban, Cucum Suhenda (50), mengaku menyaksikan langsung penganiayaan tersebut. 

Namun, ia tidak berani ikut campur saat kejadian berlangsung.

"Kalau misalkan saya membantu takutnya dianggap sabotase, sama pelaku," ucap Cucum, dikutip dari TribunJakarta, Rabu (4/3/2026).

Setelah pelaku meninggalkan lokasi, ia menghampiri kakaknya yang terjatuh di tanah. 

"Makanya saya diam saja, itu yang menyaksikan saya (kakaknya dianiaya), sampai pelakunya pulang. Pas pelakunya pulang saya baru bisa menolong," imbuhnya. 

"Dia pulang ke rumah sambil berjalan seloyongan, mungkin sakit kepalanya," kata Cucum. 

Di rumah, korban menunjukkan dua labu siam yang dibawanya dan mengakui telah mengambilnya. 

Labu tersebut disebut akan dimasak untuk berbuka puasa. 

"Bawa labunya dua, 'Ini yang saya curi, tadinya mau dimasak buat buka puasa'. Itu saya menyesal di hati," ungkap Cucum. 

"Puasa dia saat itu, dikasih tahu sama korban, 'Ini yang saya curi', Allahu Akbar," imbuhnya. 

Sempat Minta Beras ke Adik

Sementara itu, adik korban lainnya, Tita (43), mengaku bahwa kakaknya nekat mengambil labu siam karena sang ibu ingin makan dengan sayur. 

Menurut pengakuan Tita, saat itu korban tidak memiliki uang sehingga ia pergi ke kebun untuk mengambil labu siam. 

Korban sehari-hari memang tinggal berdua dengan ibunya yang sudah lanjut usia (lansia). 

Sedangkan, Tita bersama keluarganya tinggal di lokasi yang berbeda.

"Labu itu untuk makan emak, emak ingin makan sama sayur. Kakak saya bawa dua biji, baru mau dimasak, (pelaku) datang ke rumah," ujar Tita, Rabu (4/3/2026). 

"Selama ini, yang mengurus emak itu kakak saya. Jadi, di rumah ini cuma tinggal berdua. Sudah lama kakak mengurus emak, sejak bercerai," tambahnya. 

Tita menambahkan, rumahnya sempat didatangi MI sebelum meninggal dunia. 

Pada saat itu, korban meminta beras. Tita akhirnya memberikan nasi dan lauk pauk supaya bisa dibawa pulang oleh kakaknya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.