SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON — Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dilaporkan memasuki fase kedua.
Militer Israel pada Kamis (5/3/2026) mengumumkan dimulainya gelombang baru serangan berskala besar terhadap Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menyasar berbagai infrastruktur militer milik rezim Iran di ibu kota Teheran.
Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebutkan bahwa mereka telah “memulai gelombang serangan besar-besaran terhadap infrastruktur rezim Iran di Teheran.”
Sejumlah media lokal Iran melaporkan terdengarnya beberapa ledakan pada Kamis pagi di Teheran dan wilayah pinggiran baratnya.
Baca juga: Bukan Rudal, Senjata Iran Ini Bikin Militer AS Ketar Ketir, Tantangan Besar bagi Pertahanan Udara
Sementara itu, surat kabar Shargh dan Iran melaporkan setidaknya satu ledakan terjadi di Karaj, kota yang terletak di sebelah barat ibu kota.
Serangan tersebut terjadi setelah Iran meluncurkan gelombang rudal baru ke arah Israel pada Kamis pagi sebagai bentuk balasan.
Konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran meningkat tajam sejak Sabtu lalu, ketika serangan udara gabungan Israel dan AS dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sejak peristiwa tersebut, Iran melakukan serangkaian serangan balasan terhadap Israel dan beberapa negara di kawasan Timur Tengah menggunakan rudal dan drone.
Situasi semakin memanas setelah Iran memberlakukan blokade maritim terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz serta menargetkan kapal tanker minyak yang berusaha melintasi jalur strategis tersebut.
Ketegangan juga meluas ke Lebanon.
Pada Minggu lalu, kelompok Hizbullah meluncurkan beberapa roket dari Lebanon yang menargetkan wilayah utara Israel sebagai respons atas kematian Khamenei.
Serangan itu menyeret Lebanon ke dalam konflik terbuka dengan Israel, yang kemudian membalas dengan serangan besar di Lebanon selatan dan wilayah pinggiran selatan Beirut.