Swasti Sari dan Yayasan Trima Jaya Sakti Bangun Circle Ekonomi di Malaka Dukung MBG
Ryan Nong March 06, 2026 12:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota


POS-KUPANG.COM, BETUN - Upaya mendorong peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah di Kabupaten Malaka terus digagas melalui berbagai kolaborasi. 

Salah satunya datang dari KSP Kopdit Swasti Sari Kupang yang menggandeng Yayasan Trima Jaya Sakti untuk membangun sebuah ekosistem atau circle ekonomi yang melibatkan para petani dan peternak lokal.

Program tersebut dirancang dengan skema sederhana namun terintegrasi, yakni memberikan pendanaan kepada anggota Kopdit Swasti Sari agar mampu meningkatkan produksi pertanian dan peternakan mereka. 

Baca juga: Kopdit Swasti Sari Raih BPJS Award 2024, Kasmir Kopong: Kami Persembahkan untuk Anggota

Hasil produksi itu nantinya akan diserap oleh dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Trima Jaya Sakti di Kabupaten Malaka.

Rencana kolaborasi itu disampaikan Wakil General Manager (WGM) KSP Kopdit Swasti Sari Kupang, Kasimirus Kopong, saat bertemu Ketua Yayasan Trima Jaya Sakti, Maria Deviana R. Seran di Betun, Kamis (5/3/2026).

Saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Kasimirus menjelaskan bahwa program circle ekonomi merupakan bagian dari rencana strategis Kopdit Swasti Sari pada tahun ini yang berfokus pada penguatan ekonomi anggota.

Menurutnya, konsep circle ekonomi merupakan upaya menciptakan ekosistem ekonomi yang berputar di antara masyarakat sendiri, terutama anggota Swasti Sari di Kabupaten Malaka.

“Circle ekonomi atau ekosistem ekonomi ini akan berputar antar anggota masyarakat yang berasal dari Kabupaten Malaka sendiri. Salah satu tujuan utama kami adalah meningkatkan ekonomi rumah tangga anggota yang berada pada kelompok menengah ke bawah,” jelas Kasimirus.

Ia mengatakan, sebagian besar anggota Swasti Sari di Malaka sebenarnya telah memiliki basis usaha di sektor pertanian, perkebunan, hingga peternakan. Namun selama ini produksi mereka masih terbatas karena hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Swasti Sari memandang bahwa potensi tersebut perlu didukung melalui pembiayaan yang memadai agar produksi bisa ditingkatkan.

“Sebagian besar anggota kami sudah punya lahan yang cukup luas. Mereka bertani, berkebun, dan beternak. Tetapi belum dikelola secara maksimal karena keterbatasan modal dan juga keterbatasan pasar untuk menyerap hasil produksi mereka,” ujarnya.

Selama ini, lanjut Kasimirus, hasil produksi para anggota hanya dijual di pasar tradisional dengan jumlah konsumen yang terbatas. Kondisi tersebut membuat para petani dan peternak belum berani meningkatkan skala produksi.

Namun hadirnya program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai membuka peluang besar bagi masyarakat.

“Nah kebetulan hari ini ada program nasional MBG. Ini kami lihat sebagai peluang emas. Jembatan emas yang harus dilewati oleh anggota-anggota Swasti Sari di Kabupaten Malaka,” katanya.

Melalui peluang tersebut, Swasti Sari mengambil peran dengan memberikan pendanaan kepada para anggota yang bergerak di sektor pertanian, hortikultura, maupun peternakan agar mereka mampu meningkatkan kapasitas produksi.

Hasil produksi tersebut nantinya akan disalurkan langsung ke dapur-dapur MBG yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Trima Jaya Sakti.

“Jadi Swasti Sari memberikan pendanaan kepada anggota. Anggota meningkatkan produksi mereka. Lalu hasil produksi itu diserap oleh dapur-dapur MBG di bawah naungan Yayasan Trima Jaya Sakti,” jelasnya.

Kasimirus menambahkan, skema ini akan menciptakan siklus ekonomi yang saling menguatkan. Petani dan peternak berperan sebagai hulu yang menyediakan bahan pangan, sementara dapur MBG menjadi hilir yang menyerap hasil produksi tersebut sebagai kebutuhan program makan bergizi.

Pendapatan yang diperoleh anggota dari penjualan hasil produksi itu kemudian digunakan untuk membayar angsuran pinjaman sekaligus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Itulah yang kami sebut sebagai circle ekonomi. Uang berputar di antara kita sendiri,” katanya.

Ia juga menilai bahwa ekosistem ini tidak hanya menggerakkan sektor produksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi lain seperti jasa transportasi, distribusi hasil pertanian, hingga kebutuhan bahan bakar kendaraan.

Dengan terbentuknya skema tersebut, para petani dan peternak diyakini akan semakin percaya diri untuk menggarap lahan dan meningkatkan produksi.

“Mereka akan lebih rajin turun ke ladang dan kebun karena sudah ada kepastian pasar. Kebutuhan dapur MBG itu berlangsung setiap hari dan dalam jumlah besar, mulai dari telur, ayam, hingga sayur-mayur,” ujarnya.

Kasimirus pun menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Trima Jaya Sakti yang telah menyambut baik rencana kolaborasi tersebut.

“Bagi kami, dapur MBG ini adalah hilir dari program circle ekonomi yang kami bangun. Karena di situlah hasil produksi masyarakat akan diserap,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Trima Jaya Sakti, Maria Deviana R. Seran, menyatakan menyambut positif gagasan kerja sama tersebut.

Menurut Maria Deviana, program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil patut didukung selama dijalankan dengan komitmen yang kuat.

“Pada dasarnya kami menyambut baik program ini. Asalkan Swasti Sari benar-benar berkomitmen untuk mengeksekusi program ini dengan baik,” ujarnya.

Maria Deviana yang juga menjabat Ketua Fraksi PSI DPRD Kabupaten Malaka sekaligus Ketua PKBM Lurumutin berharap agar pendanaan yang diberikan kepada anggota Swasti Sari di Malaka juga disertai pendampingan yang serius.

Ia menilai, motivasi dan pengawasan sangat penting agar program circle ekonomi tersebut benar-benar berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap ada motivasi dan pengawasan yang baik sehingga program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kopdit Swasti Sari yang berinisiatif memberdayakan masyarakat kelas menengah ke bawah melalui skema ekonomi yang terintegrasi tersebut.

“Pada intinya kami juga berterima kasih kepada Swasti Sari yang telah berupaya memberdayakan masyarakat melalui program circle ekonomi ini,” tutupnya. (ito)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.